Gaos: Tradisi Ini Harus Tetap Dipelihara dan Dikembangkan

Ahad, 01 Juli 2018

Bagansiapiapi, RiauDaily.Com - Sebuah replika kapal atau disebut warga setempat Tongkang dibakar dalam Festival Bakar Tongkang di bibir pantai Bagansiapiapi, Ibukota Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Sabtu (30/06/2018).

Bakar Tongkang menjadi tradisi sejak ratusan tahun lalu dan menjadi salah satu event wisata andalan Bumi Lancang Kuning. Bahkan festival tahunan ini menjadi salah satu destinasi andalan dan masuk 10 besar agenda wisata Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Acara ritual tersebut dihadiri Menteri Pariwisata, Kapolda Riau, Perwakilan Gubernur Riau, Bupati Rokan Hilir, Wakil Buoati Rokan Hilir, Kepala Kejaksaan Negeri Rokan Hilir Gaos Wicaksono SH MH beserta keluarga, Kapolres Rohil, Dandim 0321, Sekda Rohil, para Asisten dan Kadis Pemda Rohil.  

Pada acara tersebut, Kajari Rokan Hilir mewakili Kepala Kejaksaan Tinggi Riau. 

Kajari Rokan Hilir menyampaikan, acara bakar tongkang merupakan acara tahunan yang ada di Bagansispiapi dan senantiasa meriah setisp tahunnya. 

"Tradisi ini harus tetap dipelihara dan dikembangkan. Sehingga dapat menarik wisata baik dalam negeri maupun luar  negeri serta dapat menghasilkan devisa bagi negara pada umumnya, terutama Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir," kata Gaos.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Fahmizal Usman menceritakan, Bakar Tongkang merupakan tradisi memperingati kehadiran masyarakat Tionghoa ke Bagansiapiapi pada tahun 1820 silam.

"Melalui ritual ini, masyarakat Tionghoa juga berjanji untuk mengembangkan diri di kota yang punya julukan Hong Kong Van Andalas," terangnya.

Fahmi menyebutkan, Bakar Tongkang diawali dengan ritual di Kelenteng In Hok Kiong. Klenteng ini sudah berusia ratusan tahun dan dinyatakan tertua di Bagansiapiapi. Sebelum itu, replika tongkang berciri khas Tionghoa ini sudah dipersiapkan jauh hari.

"Tongkang lalu diarak ke lokasi yang ditentukan hingga berlanjut pada prosesi pembakaran," kata Fahmi.

Sebelum acara ini, Bakar Tongkang dilakukan terlebih dahulu pesta rakyat, mulai dari pertunjukan barongsai hingga karnaval fashion.

"Malam harinya digelar acara kesenian, yaitu Pentas Negeri Seribu Kubah. Pada 29 Juni malam juga dilaksanakan di Bagansiapiapi Haritage," kata Fahmi.

Untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, Fahmi menyebut dilaksanakan bakti sosial berupa sunatan massal untuk 500 anak, pemeriksaan gigi serta THT gratis untuk 500 pasien dan operasi katarak gratis kepada masyarakat.

"Slot yang diberikan sekitar 200 mata. Kegiatan bakti sosial ini melibatkan 60 tenaga medis, seperti dokter, perawat, admin, dan relawan dari berbagai pihak," katanya.

Pada tahun ini, Dinas Pariwisata Riau bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Rokan Hilir menambahkan satu agenda tambahan di rangkaian Bakar Tongkang, yaitu Trip Pulau Jemur pada 1 Juni 2018. Wisatawan yang berminat sudah disediakan titik kumpul, yaitu Pelabuhan Bagansiapiapi.(ron)