Nasional

Bawa Jerigen BBM, Mobil Plat Merah Disandera Mahasiswa

SUMENEP - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Cakanca Bindhara Santre (Pacabis), yang melakukan aksi penolakan kenaikan harga BBM, menyandra mobil plat merah yang kedapatan membawa jerigen di depan SPBU Desa Kolor, milik PT Wira Usaha Sumekar (WUS) salah satu badan usaha milik daerah, Jumat (21/6/2013).
     
Ditulis Tribunnews.com, mobil Kijang plat merah Nopol M 1881 WP, dicegat para pengunjuk rasa, di depan terminal Arya Wira Raja Sumenep. Mobil yang dicegat lalu digeledah dan kemudian ditemukan dua jerigen kosong berukuran 50 liter, yang disembunyikan di jok belakang.
 
Kontan saja ini memantik geram mahasiswa dan menuding mobil dinas tersebut akan menimbun BBM.
      
Mobil station buatan tahun 1997 yang di tengarai milik salah satu instansi di Pemkab Sumenep itu lalu dinaiki dan kapnya diinjak-injak mahasiswa sambil mengacung-acungkan dua jerigen yang diduga akan diisi BBM.
 
“Lihat ini mobil dinas kok dipakai ngangkut BBM untuk di timbun,” teriak Saddam husen korlap aksi.
    
Beruntung aksi penyanderaan mobil dinas tersebut tidak berlangsung lama, setelah aparat kepolisian berusaha membujuk dan bernegosiasi dengan para mahasiswa.
 
Mobil plat merah milik Pemkab Sumenep itu akhirnya dilepas dan aksi mahasiswa terus berlanjut dengan longmarch ke kantor DPRD Sumenep.
    
Di halaman depan kantor DPRD Sumenep, puluhan mahasiswa kembali menggelar orasi yang isinya menentang kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM.  
 
"Kami menolak keras kenaikan harga BBM. Kalau BBM naik, semua kebutuhan pokok akan naik dan tentu saja akan menyengsarakan masyarakat,’’ ujar mahasiswa.
    
Dalam orasinya juga mahasiswa menuding presiden SBY dan wapres Budiono, boneka Amerika. Karena kenaikan harga BBM tidak lepas dari adanya peran dan Amerika yang menekan Indonesia.
 
"15:25 Malam 21/06/2013SBY - Budiono, harus turun dari jabatannya karena telah menggadaikan rakyatnya demi kepentingan Amerika," pungkas pengunjukrasa lainnya, dan beberapa saat kemudian unjukrasa bubar. (rep04)
 

[Ikuti Riaudaily.com Melalui Sosial Media]