Edukasi

Kemendikbud Ajak Para Mahasiswa Ikut Program Mengajar Dari Rumah Tahap II

JAKARTA (RIAUDAILY.COM) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan Program Mengajar Dari Rumah (MDR) tahap ke-2. Program tersebut mengajak para mahasiswa yang tersebar di seluruh Indonesia untuk berkontribusi secara sukarela dalam membantu kegiatan belajar mengajar murid PAUD hingga SMP yang mengalami kendala dalam pelaksanaan metode Pembelajaran Jarak Jauh 

Kini, program tersebut diadakan kembali untuk Batch II dan beriringan dengan Program Duta Edukasi Perubahan Perilaku untuk mengedukasi masyarakat terkait pencegahan penularan Covid-19.  Jadi SKS Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dalam sambutannya menyampaikan rasa kagum dan bangga kepada mahasiswa relawan mengajar dari rumah. 

Di tengah, papar Mendikbud, relawan berjiwa besar dan tanpa pamrih membantu masyarakat dengan cara mengajar dari rumah, mengurangi beban para murid, guru, dan orang tua dengan cara memastikan pembelajaran tetap berlangsung di masa pandemi ini. Selain mengajar, relawan juga membantu dalam menjaga kesehatan mental para murid, oleh karena itu semoga semua upaya relawan dapat terbalaskan dengan kebahagiaan. 

“Pada angkatan kedua ini, rekan-rekan akan membawa misi dari satuan tugas Covid-19 untuk mengubah perilaku. Mengingatkan masyarakat untuk menjalankan protokol 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun. Semoga rekan-rekan dapat membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat agar budaya baru untuk hidup sehat dan saling jaga bisa kita tanamkan," pesannya. 

jadi Duta Perubahan Perilaku Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nizam menyampaikan bahwa program tersebut merupakan salah satu bentuk dari cara bersyukur dalam menghadapi pandemi dengan tetap memberikan yang terbaik untuk diri sendiri serta masyarakat di lingkungan sekitar. 

“Saya yakin mahasiswa dan alumni Bidikmisi sangat sadar arti dan manfaat arti pendidikan, terutama pendidikan tinggi, dan tentu akan menjadi modal sangat penting untuk membangun Indonesia yang maju. Demi melahirkan generasi unggul dan membuat kedaulatan Indonesia di dalam teknologi, dalam seni, serta membangun bangsa yang berbasis pada SDM yang unggul,” kata Nizam dilansir dari laman Kemendikbud, Jumat (16/10/2020). 

Nizam menjelaskan, para relawan mahasiswa nantinya akan membantu para guru untuk mengajar murid yang tinggal di sekitar di lingkungan sekitar relawan agar proses belajar dapat berjalan kembali dengan baik.


Mata pelajaran yang diajarkan pun beragam, mulai dari belajar membaca, belajar matematika, hingga ilmu pengetahuan lainnya. Berbeda dari batch sebelumnya, pada batch kali ini seluruh relawan juga diminta oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 untuk membantu mengedukasi dan mengubah perilaku masyarakat mengenai 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. 

Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 Nasional, Doni Monardo menyampaikan bahwa saat ini Satgas Covid-19 memiliki program untuk mengupayakan sosialisasi tentang perubahan perilaku. Program ini sangat penting karena berdasarkan hasil survei badan pusat statistik (BPS) pada tanggal 14 hingga 21 September lalu, terdapat 17 persen dari 270 juta penduduk Indonesia atau setara dengan 44,9 juta orang yang merasakan tidak mungkin terpapar Covid-19. 

“Apresiasi yang sangat besar diberikan kepada seluruh pihak, terutama kepada mahasiswa dan alumni bidikmisi yang telah bersedia untuk berpartisipasi dalam program mengajar dari rumah dan juga melakukan gerakan mengubah perilaku. Maka dari itu, selamat berjuang kepada mahasiswa dan alumni bidikmisi, termasuk semua komponen yang telah bekerja keras selama ini untuk membantu pemerintah dalam menangani Covid-19,” pungkasnya. (rep05)


[Ikuti Riaudaily.com Melalui Sosial Media]