Riau

Zona Merah Kembali, Dr. Indra Yovi : Pemko Pekanbaru Harus Perketat Protokol Kesehatan

PEKANBARU - Salah satu penyebab mudahnya terjadi penularan Covid-19 karena masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan seperti penggunaan masker. Untuk itu dokter spesialis paru RSUD Arifin Achmad dr Indra Yovi menyarankan agar Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru lebih mengetatkan lagi pengawasan protokol kesehatan di tempat-tempat keramaian.


"Saran saya, Pemko Pekanbaru harus mengetatkan lagi pengawasan protokol kesehatan. Terutama di tempat keramaian yang saat ini sudah mulai banyak dikunjungi orang," ujar mantan Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Riau itu.

Lebih lanjut dikatakan Indra Yovi, ia melihat belakangan ini pengawasan terhadap protokol kesehatan mulai longgar. Padahal, saat inilah pengawasan tersebut harus ditingkatkan seiring dengan terus bertambahnya pasien positif Covid-19 di Pekanbaru. 

"Satpol PP dan instansi terkait lainnya harusnya lebih intensif untuk melakukan pengawasan protokol kesehatan. Seperti pada awal-awal ditemukan pasien positif Covid-19 di Pekanbaru, jangan justru sebaliknya. Saat sudah banyak ditemukan kasus, justru pengawasannya longgar," sebutnya.

Saat ditanyakan apakah Pekanbaru perlu untuk melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) lagi? Menurutnya hal itu bisa saja dilakukan. Namun lebih efektif, menurutnya, jika PSBB dikhususkan di lokasi yang banyak ditemukan pasien positif agar pengawasan bisa lebih intensif. "Kalaupun mau dibuat PSBB, sebaiknya PSBB lokal saja. Di daerah yang banyak ditemukan pasien positif. Pengawasannya justru akan lebih mudah," ujarnya.

Selain itu ia juga meminta pemerintah lebih mengintensifkan iklan terkait penggunaan protokol kesehatan. Karena belakangan ini, ia melihat hal seperti itu sudah kurang. "Harusnya di tempat-tempat strategis dipasang imbauan-imbauan penggunaan masker. Jangan hanya iklan-iklan lain saja yang diperbesar," katanya.

Terkait update Covid-19 di Riau Kepala Dinas Kesehatan Riau Mimi Yuliani Nazir menginformasikan adanya penambahan empat pasien positif Covid-19 di Riau per hari, Senin (27/7). Empat pasien positif tersebut semuanya berasal dari Pekanbaru. "Dengan penambahan empat pasien positif tersebut. Total pasien positif Covid-19 di Riau menjadi 382 dari sebelumnya 378," katanya.

Pasien positif ke-379 yakni, NS (65) warga kota Pekanbaru yang memiliki riwayat perjalanan dari Sumatera Utara (Sumut). Pasien ke-380 RPP (70) yang juga memiliki riwayat perjalanan dari Sumut. Keduanya merupakan pasangan suami istri. "Pasien ke-381 E (29) warga Pekanbaru. E merupakan hasil tracing kontak pasien positif sebelumnya FYP (24). Pasien ke-382 yakni NE (52) warga Pekanbaru yang melakukan swab mandiri pada 26 Juli lalu, dan hasilnya diketahui positif," sebutnya.

Kemarin, juga terdapat penambahan 10 pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh. Tiga di antaranya warga Kota Pekanbaru, lima warga Siak dan masing-masing satu warga Pelalawan dan Kampar.

"Dari total pasien positif Covid-19 di Riau, 105 masih dirawat, 266 sehat dan 11 orang meninggal dunia," jelasnya.

Terkait kondisi Pekanbaru yang kembali berstatus zona merah, Mimi menyebut bahwa status tersebut bisa meningkat karena sudah terjadi transimisi lokal yang cukup banyak di Pekanbaru. "Berarti sudah banyak transimisi lokal di Pekanbaru, kalau mau PSBB lagi. Tergantung Pemko Pekanbaru karena PSBB inikan tergantung usulan kepala daerah juga," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau Ikhwan Ridwan mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan instruksi dari Gubernur Riau untuk melakukan bekerja dari rumah bagi pada ASN di lingkungan Pemprov Riau. Meskipun di lingkungan Pemko Pekanbaru hal tersebut sudah diberlakukan. 

“Tapi sebelumnya juga sudah ada ASN yang bekerja dari rumah, seperti ibu hamil, menyusui dan yang berumur di atas 55 tahun,” jelasnya.
 

(rep05)


[Ikuti Riaudaily.com Melalui Sosial Media]