Riau

Tiba di KPK, Gubernur Riau Menangis

Jakarta - Gubernur Riau Annas Maamun mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu (8/10/2014).
 
Setibanya di gedung KPK, Annas memasuki ruang steril sambil menitikkan air mata. "Saya sakit. Saya sakit," kata Annas sambil menyeka air matanya.
 
Annas lantas meminta maaf saat ditanya wartawan mengenai sakitnya. Sambil terus menitikkan air mata, Annas mencoba menerobos kerumunan wartawan.
 
"Maaf, maaf. Saya minta maaf," ujarnya, seperti yang dilansir dari Kompas.com.
 
Ketika ditanya alasannya menangis, Annas tidak menjawab. Ia terus menaiki tangga gedung KPK.
 
Menurut Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, Annas datang ke gedung KPK untuk menandatangani berita acara pemeriksaan terkait penyitaan dalam penggeledahan beberapa waktu lalu.
 
Sebelumnya, penyidik KPK yang dikawal oleh sekitar empat personel Brimob Polda Riau bersenjata lengkap menggeledah rumah dinas Annas di Pekanbaru, Minggu (5/10/2014).
 
Seusai penggeledahan yang berlangsung selama dua jam itu, mereka membawa tas yang isinya tidak diketahui.
 
KPK menetapkan Annas dan pengusaha bernama Gulat Medali Emas Manurung sebagai tersangka kasus pengurusan peralihan status hutan tanaman industri (HTI) seluas 140 hektar di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.
 
KPK menangkap keduanya dalam operasi tangkap tangan di Perumahan Citra Grand, Cibubur, Jakarta, Kamis (25/9/2014), bersama dengan tujuh orang lainnya. Dalam operasi tangkap tangan tersebut, KPK menyita uang 156.000 dollar Singapura dan Rp 500 juta yang diduga diberikan Gulat kepada Annas. Jika dikonversi ke dalam rupiah, maka jumlahnya sekitar Rp 2 miliar.
 
Di samping itu, KPK mengamankan uang 30.000 dollar AS dalam operasi tangkap tangan yang sama. Menurut Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, Annas mengakui bahwa uang 30.000 dollar AS ini miliknya dan bukan pemberian Gulat. (rep01/kc)

[Ikuti Riaudaily.com Melalui Sosial Media]