Riau

Pemko Pekanbaru Diminta Perhatikan Rumah Fakir Miskin

ilustrasi

PEKANBARU - Kondisi jalan rusak dan dikelilingi semak belukar, lokasi rumah fakir miskin ini sangat terisolir. Padahal, banyak panti jompo dan orang psikotik menginap disini.

Di penghujung perbatasan kota Pekanbaru, tepatnya di Jalan Lintas Pekanbaru-Pelalawan, kilometer 18 Kecamatan Tenayan Raya, ada sebuah rumah fakir miskin membutuhkan perhatian pemerintah.

Tak hanya fakir miskin ditampung rumah di bawah pengelolaan Yayasan Tunas Bangsa ini, namun juga orang gila dan juga orang tua yang lanjut usia (Lansia). Mereka yang ditampung adalah rata-rata orang terbuang, yang tidak mempunyai keluarga. Jadi, yayasan menjaga mereka agar tidak berkeliaran.

"Hal tersebut disebabkan para Lansia (juga) sudah Psikotik (Tidak Normal Untuk Berfikir)," kata salah seorang pekerja yayasan Yeni, seperti dilansir halloriau.com, kemarin.

Yeni saat itu bertugas menadahkan bakul sumbangan, bagi para dermawan yang lalu lalang melewati Jalan lintas penghubung antar kota di depan Pos Ronda itu.

Salah seorang pemilik Yayasan Tunas Bangsa Hj Lily Nurhayati, saat ditemui menyebutkan rumah singgah yang dia kelola ini telah berdiri selama 11 tahun. "Dan saat ini, di rumah singgah yang ia miliki menampung 23 psikotik, yang sudah jompo," ujarnya.

Tujuannya agar ada yang mengurus orang gila, lansia dan fakir miskin lainnya. Bila keluarga mereka tak mau mengurusnya, maka rumah ini menjadi pilihan lain agar tidak terlantar di jalanan. Sayangnya, perhatian pemerintah dan dinas terkait masih sangat minim.

"Sejauh ini bantuan pemerintahan hanya sekali setahun. Hanya berupa makanan kaleng, beras, gula dan lain-lain. Jadi mereka para lansia dana orang jalanan kita berikan makanan yang siap saji saja," ungkapnya. (rep05)


[Ikuti Riaudaily.com Melalui Sosial Media]