Riau

DPRD Bengkalis Minta Tingkatkan Vaksinasi Hewan Peliharaan

BENGKALIS – Vaksinasi terhadap hewan-hewan peliharaan di Bengkalis dan Bantan harus dilakukan menyusul adanya peningkatan kasus gigitan anjing tahun 2013. Dalam kurun waktu Januari hingga September, tercatat sudah terjadi 9 kasus gigitan anjing dan kemungkinan bisa bertambah.

“Ini sangat mengejutkan sekali, Bengkalis yang terkesan populasi anjingnya tidak banyak ternyata sudah ada 9 kasus gigitan anjing selama periode Januari hingga September 2013. Perlu langkah kongkrit dari instansi terkait, tidak hanya cukup dengan eliminasi melainkan juga vaksinasi,” ujar Wakil Ketua Komisi II DPRD Bengkalis, M Tarmizi, Minggu (29/9).

Dikatakan tingginya kasus gigitan anjing di pulau Bengkalis, bila dibandingkan dengan kecamatan-kecamatan lain termasuk di Duri dan Pinggir merupakan bukti bahwa sebenarnya Bengkalis tidak layak lagi disebut sebagai kawasan bebas rabies. Dirinya berharap agar penetapan Bengkalis sebagai kawasan rabies dicabut.

“Informasi yang saya terima, selagi Bengkalis masih ditetapkan sebagai kawasan bebas rabies, maka vaksin rabies tidak bisa masuk ke Bengkalis. Padahal kenyataannya sudah ada 9 warga yang digigit anjing selama Januari hingga September 2013,” katanya.

Menyinggung tentang efektifitas program eliminasi anjing liar, Tarmizi mengatakan program tersebut hanya efektif untuk meminimalisir anjing-anjing yang berkeliaran tanpa tuan. Sementara untuk hewan-hewan peliharaan yang ada di rumah-rumah warga akan luput dari program tersebut. Padahal belum tentu hewan peliharaan bebas dari virus rabies.

“Inilah gunanya vaksinasi, diprioritaskan bagi hewan-hewan peliharaan. Diharapkan dengan vaksinasi maka hewan peliharaan pun akan bebas dari rabies,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, secara terpisah Kadis Pertanian dan Peternakan (Kadistanak) Bengkalis melalui Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Distanak Bengkalis, Moh Bero mengatakan, pihaknya sudah ada rencana untuk mengusulkan pencabutan Bengkalis sebagai kawasan bebas rabies. “Kita akan koordinasi dengan propinsi, dan kalau memang memungkinkan cukup dengan SK Bupati, maka kita akan mengajukan usulan kepada Bupati,” ujar Bero.

Dirinya sependapat dengan Tarmizi, bahwa dengan tingginya kasus gigitan anjing di Bengkalis maka sudah selayaknya ada program vaksinasi terhadap hewan-hewan peliharaan. Namun, dengan masih diberlakukannya Bengakalis sebagai kawasan bebar rabies maka vaksin tidak bisa masuk.

Diberitakan, Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Pertanian dan Peternakan(Distanak) mengungkapkan selama tahun 2013 ini terdapat 9 kasus gigitan anjing. Sementara melalui program eliminasi rabies, sudah terdapat 402 ekor anjing dari target sebanyak 1000 ekor hewan pada tahun 2013.

Dari 9 kasus gigitan anjing tersebut semuanya berada di Pulau Bengkalis yaitu di Desa Jangkang, Desa Selatbaru, dan di Kota Bengkalis. “Anjing-anjing itu positif menderita rabies dan mati tak lama setelah menggigit,” ujar Bero.

Dikatakan, bila dibandingkan dengan tahun 2012 lalu, telah terjadi peningkatan jumlah gigitan anjing.  Tahun 2012 lalu, Bero mengatakan terjadi 8 kasus gigitan anjing di dua tempat berbeda. 3 kasus pertama terjadi di sekitar Sungai Liong Kecamatan Bantan sementara 5 kasus lainnya terjadi di Desa Pambang, juga kecamatan Bantan. “Sedangkan sekarang, dalam rentang waktu Januari sampai dengan Agustus 2013, sudah terjadi 9 kasus gigitan anjing. Harapan kita, jangan ada lagi kasus serupa hingga bulan-bulan berikutnya,” katanya. (Rep05)


[Ikuti Riaudaily.com Melalui Sosial Media]