Riau

BNPB: Kabut Asap di Riau Musnah 14 April

Jakarta-Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif, yang juga Komandan Satgas Operasi Terpadu Penanggulangan Bencana Asap di Riau terus memimpin operasi hingga saat ini. Dari target maksimum 3 minggu dan berakhir 4 April nanti. Ini sesuai yang diinstruksikan Presiden SBY, dan sudah banyak hasil yang diperoleh dan optimis kebakaran dan kabut asap ini akan tuntas.
 
Hal ini diungkapkan Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Senin (31/3/14) di Jakarta. Katanya, operasi penanggulangan kebakaran lahan dan hutan serta kabut asap sudah membuahkan hasil. Terbukti dengan berkurangnya, bahkan hilangnya titik api dan kabut asap di Riau.
 
"Menurut Kemenhut, dari pantauan satelit NOAA sudah tidak mendeteksi titik api di Riau sejak kemarin. Sedangkan BMKG melaporkan, satelit Terra dan Aqua (Modis) yang mampu mendeteksi titik api dengan resolusi yang detil, masih ada 12 titik api di Riau," kata Sutopo.
 
Meskipun tidak ada titik api lagi, tapi menurut Sutopo asap masih keluar dari lahan gambut yang terbakar. Artinya, masih ada bara api pada lahan gambut dikedalaman 2-10 meter. Kondisi ini, sebutnya, menyebabkan asap tipis masih menutupi beberapa daerah, dan jarak pandang rata-rata 5-7 kilometer.
 
"Untuk itu, operasi darat dan udara difokuskan pada titik-titik asap tersebut. Sebanyak 2.856 personil satgas darat tetap dikerahkan untuk melakukan pemadaman api dan asap, memburu pembakar, dan berpatroli pada siang dan malam hari," sebutnya.
 
Ditambahkan Sutopo, bantuan 1.000 pasang sepatu bagi personil di lapangan segera dikirim karena banyak sepatu yang melepuh terkena panas. Sementara itu lanjutnya, pemadaman dari udara dengan modifikasi cuaca dan water bombing terus dilakukan.
 
"Total 105 ton garam telah disemai di awan untuk menurunkan hujan. Water bombing telah menjatuhkan 12,5 juta liter air di titik api dengan helicopter," ujarnya.
 
Kepala BNPB Syamsul Maarif, kata Sutopo telah menggelar rapat koordinasi membahas penanganan jangka menengah di Pekanbaru pada Senin (31/3). Hal ini sesuai perintah Presiden SBY, setelah operasi terpadu selama 3 minggu maka kendali akan diserahkan kepada Gubernur Riau.
 
"Pemerintah pusat tetap mendampingi memberikan bantuan yang bersifat ekstrem. Untuk itu keterlibatan aktif dari Pemda Riau dan Pemda Kab/Kota harus lebih aktif mengatasi bencana asap di daerahnya," sebutnya.(rep05/rtc)

[Ikuti Riaudaily.com Melalui Sosial Media]