Inspirasi

Taufik Kiemas, Tokoh Pejuang Empat Pilar Negara

JAKARTA-Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat Taufiq Kiemas meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Singapura pada Minggu (8/6) malam. Politisi senior yang meninggal di usia 70 itu selama hidupnya dikenal sebagai politisi yang berkomitmen memperjuangkan empat pilar yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari mengaku sangat kehilangan dengan meninggalnya Taufiq. Menurutnya, tidak hanya MPR yang kehilangan tetapi juga bangsa Indonesia.

"Kepeduliannya kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sangat luar biasa mengesankan. Untuk keempat pilar negara itu pak Taufik Kiemas siap melakukan apa saja, berkorban apa saja," ujar Hajriyanto di Jakarta, Minggu (8/6).

Politisi Partai Golkar itu mengaku meski Taufiq kondisi fisiknya semakin menurun, tetapi semangat suami dari mantan Presiden Megawati Soekarnoputri itu selalu menyala jika sudah berbicara Pancasila.

"Bagi beliau Pancasila dan NKRI adalah segala-galanya. Dan untuk dasar negara dan falsafah bangsa ini, pak Taufik Kiemas tidak mentolerir pandangan-pandangan yang mengukurnya secara finansial," kata Hajriyanto.

Sebagai salah satu politisi senior PDI Perjuangan, Taufiq juga dikenal sebagai sosok pemimpin yang sangat mengayomi semua golongan. Hajriyanto menuturkan Taufiq mampu menyatukan semua kelompok, aliran, dan golongan ideologis apapun.

"Pak Taufik selalu menjadi rujukan para politisi Indonesia dari partai politik manapun, apakah parpol berdasar agama ataukah parpol nasionalis-kebangsaan. Semuanya menjadi pak TK (panggilan akrab Taufiq Kiemas, red) sebagai seniornya, kakaknya, ayahnya, bahkan rujukannya. Pak Taufik Kiemas bukan hanya milik PDIP, melainkan milik bangsa dan negara Indonesia," papar Hajriyanto.

Sebelumnya diberitakan, Taufiq Kiemas tengah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Singapura sejak kemarin. Taufiq menjalani perawatan setelah mendampingi Wakil Presiden Boediono meresmikan Monumen Bung Karno dan Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (1/6). Peresmian dilakukan bertepatan dengan peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni 1945. (rep05)


[Ikuti Riaudaily.com Melalui Sosial Media]