Masjid Hadiah Raja Bali Ini Kerap Disinggahi Presiden RI

Masjid Hadiah Raja Bali Ini Kerap Disinggahi Presiden RI

KUTA - Masjid Asasuttaqwa di Kampung Bugis, Tuban, Kecamatan Kuta, menyimpan sejarah seiring penyebaran Islam dan perjuangan kaum pendatang asal Bugis di Pulau Dewata. Masjid yang kini berdiri megah itu merupakan hadih Raja Pemecutan Denpasar yang kini semakin dikenal bahkan sebagian besar Presiden  RI pernah bersujud di Rumah Allh yang terletak Jalan Airport Ngurah Rai ini.

Sepintas jika menilik fisik bangunan masjid berlantai II itu mirip seperti Masjid kebanggaan Indonesia Istiqlal di Jakarta. Tak heran kala itu masjid tersebut terbaik di Kabupaten Badung dan dijuluki istiqlalnya Bali.  
Menurut tokoh kampung Bugis yang Wakil Sekretaris Takmir Masjid Asasuttaqwa, H Hanafi (63), masjid ini awalnya sebuah musala ukuran 6 meter kali 6 meter.
 
Semasa zaman Jepang komunitas warga muslim asal Bugis semakin banyak berdatangan ke Pulau Seribu Pura sehingga secara bertahap masjid ini terus dibenahi sampai enam kali renovasi fisiknya.
 
Dengan bahan bata cetakan, musala yang semula sempit ini semakin luas dan tahun 1960 bisa berdiri masjid seluas 20 meter X 15 meter.
 
Dahulu, masjid ini bernama Masjid Jami' namun oleh mantan Menteri Agama diusulkan namanya berubah menjadi Masjid Agung Asasuttaqwa hingga sekarang. "Masjid ini berdiri di atas tanah wakaf. Dahulu sejarahnya merupakan hadiah pemberian Raja Pemecutan saat itu," papar Hanafi ditemui Minggu (21/7/2013).
 
Dari penuturan leluhur suku Bugis soal hadiah tanah, kala itu, mereka turut membantu Raja Pemecutan berperang melawan kerajaan Mengwi. Sebagai hadiahnya, maka warga muslim kampung Bugis mendapatkan beberapa bidang tanah untuk masjid dan pemakaman.
 
Hadiah tanah itu, sebagai bentuk terima kasih Raja Anak Agung Gede Lanang kepada warga muslim yang turut membantu kerajaan Pemecerutan. Sejak itulah, hubungan kerajaan dengan warga muslim keturunan Bugis cukup harmonis saling toleransi sampai sekarang. Demikian juga dengan keturunan Bugis di beberapa daerah di Denpasar seperti Kepaon dan Serangan, menjalin hubungan baik dengan kerajaan.
 
Keharmonisan itu tercermin ketika umat Islam kampung Bugis melaksanakan beberapa peresmian Masjid Assasutaqwa usai direhab, selalu dihadiri pihak kerajaan Pemecutan.
 
Kini, setelah puluhan tahun berdiri, masyarakat luas semkain mengenal masjid ini apalagi lokasinya sangat strategis berada di jalur utama menuju atau keluar Bandara Internasional Ngurah Rai.
 
Bahkan Hanafi memberi kesaksian, jika masjid ini selalu didatangi Presiden dan mantan Presiden RI tatkala melakukan kunjungan ke Pulau Bali. "Kecuali Presiden Sukarno, setelah beliau semua Presiden RI pernah melaksankaan salat di masjid Ini," tegasnya dikutip okezone.
 
Di antara presiden dan wakil presiden yang pernah bersujud di masjid ini seperti Soeharto, BJ Habibie, Gus Dur, Jusuf Kalla hingga Susilo Bambang Yudhoyonpo.
 
Presiden SBY tercatat sudah dua kali ikut salat Jumat di masjid bersejarah ini. Demikian juga mantan Ketua MPR almarhum Taufiq Kiemas maupun para menteri semua mengenal dan pernah menginjakkan kaki bersujud di masjid tersebut.
 
Keberadaan masjid ini, sambung Hanafi kini tidak lagi hanya untuk tempat ibadah warga muslim namun juga telah dimaksimalkan untuk kegiatan belajar mengajar seperti pendidikan TK dan Ibtidaiyah (SD) serta kegiatan keagamaan lainnya. (rep02)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index