Politik

Debat Capres Dianggap Tak Pengaruhi Elektabilitas

Jakarta - Direktur Eksekutif Charta Politica Yunarto Wijaya mengatakan debat calon presiden dan wakil presiden untuk calon presiden dan wakil presiden tidak berpengaruh terhadap elektabilitas. Berdasarkan pemilu 2009 lalu, ujar dia, tren survei tidak pernah naik secara signifikan setelah debat dilakukan.
 
"Tidak ada perubahan. Stagnan saja," kata Yunarto ketika dihubungi, Senin malam, 9 Juni 2014. Dia mencontohkan hasil survei untuk pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono yang meraup 60 persen suara. Hasil akhirnya pun juga sekitar 60 persen.
 
Menurut Yunarto, debat calon presiden hanya untuk mengkonfirmasi atau justifikasi keyakinan dari masing-masing pemilih. Sebab, karakter pemilih di Indonesia berbeda dengan negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Australia, ataupun negara-negara Eropa lainnya. "Pemilih rasional kalah dengan pemilih emosional, baik dari segi kualitas maupun kuantitas," ujarnya.
 
Memang, kata dia, hasil debat akan sedikit berpengaruh pada massa mengambang atau swing voter untuk menentukan pilihan pada pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla atau Prabowo-Subianto. Namun, dari hasil survei terakhir swing voter kurang dari 10 persen.
 
Ditambah lagi, menurut Yunarto, budaya menyerang dianggap tidak etis di Indonesia. Padahal, menyerang akan membuka data maupun fakta dari masing-masing kandidat. "Debat hanya dipandang sebuah show. Ada yang senang kandidatnya berhasil menyerang lawannya. Ada yang simpati karena diserang," ujarnya.
 
Komisi Pemilihan Umum akan menyelenggarakan lima kali acara debat kandidat calon presiden dan calon wakil presiden. Debat pertama digelar tadi malam di Balai Sarbini pada pukul 20.00 WIB. Debat tersebut bertema pembangunan demokrasi, pemerintahan yang bersih, dan kepastian hukum. (rep01/tpc)
 

[Ikuti Riaudaily.com Melalui Sosial Media]