Publik Dibuat Bingung Hasil Quick Count Kandidat

Kamis, 05 September 2013 | 02:51:00 WIB

PEKANBARU - Masyarakat diminta untuk tidak mempercayai begitu saja rilis quick count yang disampaikan masing-masing tim pemenangan calon gubernur dan wakil gubernur Riau. Pasalnya, quick count yang dilakukan itu tidak independen dan lebih subjektif atau demi untuk kepentingan kandidat saja.

Bisa saja, pembentukan opini ini bagian dari skenario awal bagi para kandidat untuk bermain curang di tingkat KPU nantinya. Demikian diungkapkan Pengamat Politik Universitas Riau (UR), Saiman Pakpahan, Rabu (4/9) malam.

"Kalau mau normatif, harus tunggu hasil penghitungan KPU. Kalau quick count yang dilakukan tim sukses, itu kan nilainya subjektif. Tidak bisa dijadikan referensi, masih perlu diverifikasi lagi," pungkasnya.

Menurut Dosen FISIPOL UR ini, masyarakat sangat membutuhkan informasi valid hasil penghitungan Pilkada Riau 2013. Sementara, apa yang disajikan masing-masing tim sukses membuat masyarakat bingung karena semuanya mengklaim unggul.

"Lalu, yang kalah siapa? Ini harus dicermati masyarakat. Jadi, apa yang disampaikan para tim sukses merupakan informasi yang bisa mengganggu informasi publik," tandas Saiman.

Adapun tujuannya, diterangkan pula, bisa jadi untuk mempengaruhi masyarakat maupun pihak KPU. Oleh karena itu, Saiman mengajak agar masyarakat Riau ikut mengawasi penghitungan suara secara manual dari tingkat bawah sampai final.

"Kita sama-sama menjaga agar praktek kecurangan tak terjadi, maka harus diawasi. Panwaslu dan Bawaslu jangan cepat lelah. Mereka harus mengawal Pilkada ini dengan baik. Kalau Panwaslu dan Bawaslu lengah, politik kotor akan leluasa bermain. Siapa lagi yang diharapkan untuk mengontrolnya?" tegas Saiman

Ia minta kepada seluruh pihak untuk ikut mengawasi proses administrasi penghitungan suara dari bawah sampai atas.

"Jangan sampai mesin politik di setiap kandidat bermain politik kotor dengan leluasa. Kita tak ingin transfer data dari bawah sampai ke atas 'dimainkan'. Sebab, peluang kecurangan sering terjadi di situ," bebernya. (rep05/hrc)

Terkini