JAKARTA-Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) akan mengadakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan hari ini. Rapat ini, dilakukan untuk melakukan evaluasi atas kebijakan moneter yang ditempuh serta untuk menetapkan arah kebijakan moneter ke depan.
Dalam rapat ini, BI juga akan menentukan besaran suku bunga Bank Sentral alias BI Rate. BI sendiri telah menahan suku bunga acuannya di kisaran 7,5 persen. Meskipun beberapa indikator makro ekonomi Indonesia membaik, namun BI nampaknya tidak mau mengambil risiko.
Pasalnya, pada awal tahun kemarin Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Janet Yellen telah mengumumkan akan menaikkan tingkat suku bunga lebih cepat dari perkiraan. Akan tetapi, data pengangguran dan jumlah pekerja AS nyatanya masih tidak sesuai harapan.
Hal ini membuat Yellen mengurungkan niatnya untuk menaikkan suku bunga dan pemangkasan stimulus. Karenanya, berbeda dengan situasi kemarin yang mendapat tekanan dari pidato Yellen, Indonesia masih belum punya sentimen buruk bisa menyeret ekonomi.
Kepala BPS Suryamin mengungkapkan, dorongan pengendalian laju impor pada Februari 2014 lebih disebabkan oleh posisi nilai tukar Rupiah yang masih relatif tinggi dan suku bunga acuan BI Rate, seperti yang dilansir okezone.com.
BI sendiri, telah menahan suku bunga acuannya pada kisaran 7,5 persen sejak awal tahun ini, setelah meningkat secara drastis pada tahun kemarin. Penentuan kebijakan BI ini, dilakukan sebelum pemilihan legislatif (pileg) besok.(Rep05)