Makassar-Kawanan geng motor kembali beraksi disejumlah tempat di Makassar, Minggu (6/4/2014) dinihari. Kali ini, sebuah warung kopi dijarah dan seorang wartawan televisi lokal menjadi korban kebrutalan geng motor tersebut.
Menurut informasi yang diperoleh, aksi geng motor di dua lokasi tersebut diduga dilakukan pelaku yang sama. Awalnya, geng motor yang berjumlah empat orang ini menjarah sebuah warkop yang terletak di Jl Pengayoman.
Dari kejadian itu, pelaku berhasil membawa kabur uang tunai ratusan ribu, sejumlah rokok yang dijual warung kopi dan sejumlah barang berharga lainnya. Usai beraksi, kawanan geng motor ini kemudian kabur ke Jl Gunung Bawakaraeng.
Di tempat itu, kebetulan seorang wartawan televisi lokal, Aditya Jufri melintas hendak pulang ke rumahnya setelah melakukan peliputan pada malam hari. Aditya yang juga mengendarai motor dipepet oleh keempat pelaku dan ditodong dengan menggunakan sebilah badik. Selanjutnya, pelaku merampas tas milik korban berisikan kamera handycam dan uang tunai.
Aditya pun berteriak meminta tolong kepada rekan seprofesinya yang baru saja berpisah di sekitar lokasi kejadian. Pelaku berusaha dikejar. Namun naas, Aditya ditabrak dari belakang oleh mini bus yang melaju dengan kecepatan tinggi, hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Selanjutnya, Aditya dilarikan ke RS Pelamonia untuk mendapatkan pertolongan tim medis. Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Komisaris Polisi Mantasiah yang dikonfrimasi mengatakan, kawanan geng motor berjumlah empat orang itu merupakan pelaku di dua tempat berbeda tersebut.
Hanya saja, dia tidak mengetahui apakah warkop yang dijarah terlebih dulu ataukah wartawan dirampok. "Diduga pelakunya sama. Laporan wartawan yang dirampok sudah kita terima di Polrestabes Makassar, sedangkan warkop yang dijarah juga sudah diterima laporannya di Polsekta Panakukang," katanya.
Mantasiah mengakui, geng motor tersebut memanfaatkan kelengahan anggota polisi yang terus berpatroli di lapangan. Dimana, setiap malam anggota polisi terus melakukan patroli hingga subuh hari. Selain itu juga, kawanan geng motor ini memanfaatkan moment jelang Pemilu.
"Setiap malam, anggota polisi terus berpatroli di jalanan. Kejadiannya sekitar jam 4 subuh, pas saat anggota polisi baru pulang. Geng motor ini melihat situasi di lapangan dulu sebelum beraksi. Apalagi, anggota polisi disibukkan dengan pengamanan Pemilu yang tinggal tiga hari lagi," terangnya. (rep05)