Sebanyak 61.645 warga Riau, terserang berbagai penyakit akibat asap. Penyakit yang diderita warga rata-rata infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), pneumonia, asma, iritasi mata, dan kulit. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zainal Arifin, di Posko Tanggap Darurat di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Selasa (18/03/2014).
Menurut Zainal, penyakit ISPA paling banyak diderita warga dengan jumlah 53.933 orang. Rinciannya, 13.941 pasien di Pekanbaru, Rokan Hilir (8.154), dan Bengkalis (6.409).
Zainal mengatakan pihaknya juga sudah melakukan beberapa langkah menindaklanjuti instruksi dan arahan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada 14 Maret 2014. Sesuai instruksi tersebut Pemerintah Provinsi Riau, di bawah koordinasi Pos Komando Satgas, membentuk struktur organisasi untuk Satgas Perawatan dan Pelayanan Kesehatan.
Zainal yang sekaligus Kepala Satuan Tugas (satgas) Perawatan dan Pelayanan Kesehatan menjelaskan pihaknya telah menyiagakan 209 Puskesmas yang buka 24 jam di seluruh kabupaten/kota. Selain pihaknya juga menyiagakan 17 Rumah Sakit Pemerintah di Provinsi Riau..
"Kita memberikan pelayanan kesehatan gratis akibat asap," ujarnya.
Zainal menambahkan satgas telah memerintahkan puskesmas setempat untuk melakukan pendampingan bagi para pemadam api yang berada di garis depan lokasi kebakaran. Pihaknya akan membekali oksigen kaleng bagi petugas pemadam api dan asap di lapangan. Oksigen kaleng ini bisa digunakan lima kali dengan kapasitas per kaleng 500 cc. Saat ini tersedia 300 oksigen kaleng yang didistribusikan ke lapangan. (Rep01)