Pekanbaru-Selasa (7/1) besok, Mahakaman Konstitusi (MK) akan menjadwalkan sidang gugatan hasil Pilgubri. Sejumlah langkah telah disiapkan tim Herman-Agus (HA) untuk memaksimalkan peluang membatalkan putusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau yang menetapkan Annas Maamun-Arsyad Juliandi Rahman sebagai pemenang.
Sekrertaris Tim Advokasi Herman-Agus, Mayandri Suzarman mengatakan bahwa pihaknya sangat siap menghadapi sidang perdana di MK. Salah satunya dengan memberikan pelatihan khusus kepada para saksi yang akan dihadirkan ke hadapan Panel Hakim MK.
"Semua saksi sudah kita kumpulkan dalam pertemuan. Mereka diberi pembekalan agar bisa tampil bebas, lepas dan tidak gugup. Biar mereka bisa menyampaikan keterangan sebenar-benarnya dalam persidangan," papar Mayandri kepada wartawan di Pekanbaru kemarin.
Pembekalan terhadap para saksi, lanjut Mayandri mendapat perhatian khusus karena keterangan mereka dianggap memiliki peran sangat siginifikan dalam menentukan hasil akhir sidang gugatan di MK.
Para saksi tersebut tidak hanya datang dari Pekanbaru, melainkan dikumpulkan dari 12 kabupaten dan kota. Terbanyak justru dari Kabupaten Rokan Hilir. Ada 12 saksi.
Ketika ditanya mengenai indentitas para saksi, Mayandri menolak membeberkannya. Mereka tidak boleh diketahui jati dirinya dan di mana lokasi saat ini dikumpulkan sebelum berangkat ke Jakarta.
"Maaf, kami tidak bisa menyebutkan siapa para saksi kami. Mereka tidak boleh diketahui publik dulu indentitasnya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," elaknya.
Mengenai sidang perdana besok, Mayandri memastikan seluruhnya akan hadir. Baik pasangan Herman-Agus maupun tim advokasi, termasuk Yusril Ihza Mahandra. (rep05)