Riau

Warga Pelalawan Bingung, Harga Raskin Bervariasi

PELALAWAN - Saat ini, harga beras jatah untuk keluarga kurang mampu (raskin) di sejumlah daerah bervariasi, ada yang dijual pada warga sebesar Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per kilo gramnya. Ketidakseragaman harga beras raskin itu membuat warga kebingungan. Terlebih lagi, menurut anggota DPRD Pelalawan, raskin per kilo gramnya hanya senilai Rp 1.800.
 
"Di Kelurahan Sorek Satu ini raskin dibeli oleh warga mencapai Rp 3.000 per kilo gramnya. Sementara informasi dari kecamatan lainnya malah lebih rendah. Jadi, kami kebingungan, entah harga mana yang menjadi pedoman kami. Namun, mau tidak mau terpaksa dibeli juga karena tuntutan perut," ujar sejumlah warga Kelurahan Sorek Satu, yang meminta namanya tak disebutkan, saat mengadu pada sejumlah media, terkait mahalnya raskin di kelurahannya, Rabu (25/12).
 
Salah seorang pengurus Raskin Kelurahan Sorek Satu, Asril Dege, mengatakan, bahwa harga raskin dari Kelurahan tetap seharga Rp 1.800 per kilo gramnya. Hanya saja, mekanisme pengelolaan raskin di Kelurahan Sorek Satu agar pengambilan lebih tertib dan penerima raskin lebih tepat sasaran, maka pihak Kelurahan memberi tugas penuh kepada setiap Ketua Rukun Tetangga (RT) sebagai pengkoordinir.
 
"Kalau soal harga dari Kelurahan ini tetap standar dari Pemda, yakni Rp 1.800 per kilo gramnya. Hanya saja, untuk pengambilan raskin di kelurahan untuk setiap RT. Maka Ketua RT yang bersangkutan melunasi atau menanggulangi terlebih dahulu. Barulah raskin itu dibawa ke warga lingkungannya masing-masing," jelasnya.
 
Ditambahkannya, bahwa dari Kelurahan hingga ke lingkungan RT, pihak kelurahan tidak menanggung biaya transportasi pengangkutan raskin tersebut."Jadi, biaya mengangkut raskin itu di tangung oleh masing-masing RW. Begitu juga, untuk yang berhak menerima raskin, kita percayakan penuh kepada masing-masing RT mendatanya," ujarnya.
 
Sedangkan mekanisme pihak kelurahan menyalurkan raskin kepada warga di 32 RT se-Kelurahan Sorek Satu itu, sambungnya, pihak kelurahan setelah melakukan koordinasi dengan pihak Kabupaten dan Pemprov, maka disepakati di bagi rata untuk 32 RT. "Kelurahan Sorek Satu terdiri dari 32 RT, jadi setelah kita bagi, maka setiap RT nya mendapatkan jatah raskin sebanyak Rp 360 Kg. Prinsip pemerataan ini setelah kita berkoordinasi melalui pengurus raskin Pemkab dan Pemprov," tuturnya.
 
Sementara harga Raskin di Kecamatan Bandar Petalangan juga bervariasi setiap desanya. Irosnisnya, berdasarkan penuturan warga, terkadang mereka hanya mendapatkan jatah 7 Kg untuk setiap Kepala Keluarga yang berhak menerimanya.
 
"Kami di Kecamatan Bandar Petalangan ini, kadang hanya mendapatkan jatah raskin 7 Kg, sementara warga lainnya mendapatkan 15 Kg. Kami tak tahu, apakah jatah Raskin untuk keluarga tak mampu ini sama atau berbeda-beda," beber warga, tak mau namanya disebutkan.
 
Terpisah, Nazaruddin Arnazh, anggota DPRD Pelalawan, mengungkapkan bahwa berdasarkan kesepakatan bersama, maka oleh Pemdakab Pelalawan, raskin dijual kepada warga hanya senilai Rp 1.800 setiap kilo gramnya. "Untuk standar harga di Kabupaten Pelalawan ini, ya itu hanya Rp 1.800 setiap kilo gramnya. Harga itu sudah termasuk biaya transportasi pihak kabupaten ke setiap Kecamatan. Artinya, biaya transportasi penyaluran raskin dari tingkat Kabupaten ke kecamatan ditanggung oleh Pemda, begitu juga biaya transportasi dari kecamatan ke desa-desa juga ditanggung oleh Pemdakab Pelalawan," ungkapnyanya, Rabu (25/12).
 
Jika dilapangan, ditemukan perbedaan harga jauh dari harga standar yang telah ditetapkan pihak Pemkab, sambung Ketua Badan Kehormatan DPRD Pelalawan itu, bisa dikatakan ada permainan oknum pengurus raskin tersebut. "Begitu juga, raskin asal Bulog itu tiba dari Provinsi Riau, maka transportasinya ditanggung oleh pihak Pemprov. Kita sangat menyayangkan jika ada oknum di kecamatan dan kelurahan yang menjual raskin kepada keluarga tidak mampu itu melebihi dari harga standar. Pada hal, pemerintah telah berupaya membantu terhadap keluarga tak mampu itu melalui program raskin, namun teta saja ada pihak-pihak nakal yang bermain," ujarnya kecewa. (rep03)
 

[Ikuti Riaudaily.com Melalui Sosial Media]