JAKARTA-PT Jamsostek (Persero) mengakui perubahan nama serta logo (rebranding) menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan di awal tahun 2014 menghabiskan dana kurang lebih Rp12-14 miliar.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) PT Jamsostek Amri Yusuf saat konfrensi pers di Kantor Pusat Jamsostek, Jakarta, Kamis (12/12/2013) yang dilansir Okezone.com.
Amri menjelaskan, rebranding ini dilakukan diseluruh kantor Jamsostek yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia . Saat ini Jamsostek mempunyai 11 kantor wilayah seluruh Indonesia . 121 kantor cabang dan 56 kantor cabang pembantu.
"Totalnya kira-kira untuk rebranding ini Rp12-Rp14 miliar, ini untuk seluruh Indonesia ya," paparnya.
Jamsostek akan bertransformasi menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan di awal tahun 2014 dengan tiga program yakni program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun dan Jaminan Kematian.
Direktur Utama Jamsostek, Elvyn G Masassya mengatakan, perubahan nama ini akan dilakukan serentak di seluruh kantor wilayah yang tersebar di Indonesia mulai pukul 00.00 tanggal 1 Januari 2014.(rep06)