Riau

Mahasiswa datangi kantor Walikota Tolak Pemotongan Gaji PNS

net
PEKANBABARU-Belasan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Satma PP (satuan siswa pelajar dan mahasiswa pemuda pancasila) melakukan orasi di depan kantor Walikota Pekanbaru.
 
Tujuan mereka melakukan aksi untuk menuntut kebijakan Walikota melakukan pemotongan gaji PNS (guru-guru senior) yang digunakan untuk zakat. Mereka nilai diambil secara sepihak tanpa berkoordinasi dengan yang bersangkutan.
 
"Yang namanya zakat itu urusan pribadi setiap PNS, untuk membayarkan menjadi kewajiban pribadi, namun pemerintah melakukan pemotongan gaji sebesar 2,5 persen secara sepihak tanpa ada komfirmasi. Padahal tidak ada payung hukum yang jelas, serta ranperdanya masih belum dibahas oleh DPRD,"ungkap Korlap Satma PP, Afith Abdallah, Rabu (20/11/2013).
 
Ditegaskannya, bahwa hal seperti itu jelas terjadinya indikasi penyalahgunaan kekuasaan dalam melakukan pemotongan gaji seluruh PNS.
 
"Padahal kementrian dalam negeri menyatakan pemotongan gaji PNS dengan dalih membayarkan zakat terkesan ada unsur paksaan, "tegasnya.
 
Menanggapi hal itu, Walikota Pekanbaru, Firdaus MT memberikan penjelasan bahwa perintah zakat adalah perintah agama dan itu jelas hukumnya, jika ada PNS (guru senior) yang tidak mau dipotong gajinya untuk dibayarkan zakat maka layangkan surat ke Dinas. Disini pihaknya tidak pernah melakukan paksaan.
 
"Diajak masuk surga aja kok susah,"seloroh Wako.seperti dilansir riauterkini.com. (rep10)

[Ikuti Riaudaily.com Melalui Sosial Media]