Jumlah Warga RI Belajar ke China Bertambah

 Jumlah Warga RI Belajar ke China Bertambah

BEIJING – Jumlah warga Indonesia yang belajar ke China kian meningkat. Salah satu penyebabnya adalah makin pentingnya posisi China dalam perdagangan dan hubungan internasional.

Universitas Huaqiao di Kota Quanzhou belakangan ini menjadi salah satu tempat belajar favorit bagi warga Indonesia yang ingin menimba pendidikan tinggi di China. "Dari tahun ke tahun jumlah pelajar Indonesia dan juga negara-negara Asia Tenggara lainnya yang belajar di kampus kami semakin bertambah," kata Zhu Qihuan, Wakil Presiden Universitas Huaqiao.

Terletak di provinsi Fujian, unversitas yang khusus disediakan untuk kaum China perantau itu tahun ini menerima 356 pelajar dari Indonesia. "Sebagian besar dari mereka belajar bahasa Mandarin, yaitu 230 orang. Lalu 70 orang mengambil jurusan bisnis dan manajemen internasional. Sisanya lagi belajar ilmu arsitektur dan teknik sipil," kata Zhu dilansir vivanews.com.

Linda, mahasiswi asal Medan mengaku sudah lima tahun belajar di Huaqiao. "Dalam sepuluh tahun terakhir China berkembang pesat dan kini menjadi kekuatan ekonomi utama dunia. Maka saya memilih kuliah ilmu bisnis sambil belajar Bahasa Mandarin, karena dalam perdagangan saat ini banyak negara mengarah ke China," katanya.

Data pemerintah mengungkapkan bahwa total volume ekspor dan impor China pada 2012 sebesar US$3,86 triliun, atau kedua terbesar di bawah AS dengan selisih US$15,64 miliar. Namun, dalam delapan bulan pertama pada 2013 volume perdagangan China naik 8,3 persen dari tahun sebelumnya, dimana ekspor naik 9,2 persen dan impor bertambah 7,3 persen. (Rep05)
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index