PYONGYANG - Korea Utara (Korut) masih terus menjadi sorotan saat ini. Kisah-kisah mengenai kekejaman Pemerintah Korut tersebut beredar dari mantan penghuni lokasi tahanan ataupun tempat kerja paksa di negara itu.
Muncul kesaksian-kesaksian mengerikan dari warga Korut yang sebelumnya menempati lokasi tahanan kerja paksa. Mereka kerap mengalami tindakan brutal dari para penjaga atau bahkan mandor setempat.
Seorang bekas pekerja yang berhasil membelot dari tahanan kerja paksa itu, menceritakan bagaimana seorang mandor pabrik di lokasi tahanan itu berbuat kekejaman di luar batas kemanusiaan.
Jee Heon-a mengatakan kepada Komisi Penyelidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mengenai penyiksaan yang dialami oleh seorang ibu. Ibu itu bahkan dipaksa untuk membunuh bayinya sendiri dalam sebuah mangkuk berisi air panas.
"Ada seorang ibu yang memohon penjaga untuk mengampuninya karena bayinya menangis, tapi penjaga itu tetap memukulinya," ujar Jee Heon-a, seperti dikutip Daily Mail, Jumat (23/8/2013).
"Dengan tangannya yang gemetar Ibu itu kemudian meletakan wajah bayi itu ke dalam air. Bayi itu pun berhenti menangis. Seorang nenek-nenek yang membantu kelahiran bayi itu pun segera menarik bayinya agar tidak terendam dalam air panas," lanjutnya.
Kesaksian Jee diakui oleh mantan tahanan lainnya Shin Dong-hyuk. Shin menjelaskan semua itu dalam buku yang dia tulis. Buku berjudul "Escape From Camp 14" ini menjelaskan secara gamblang mengenai penyiksaan yang terjadi di tahanan kerja paksa di Korut.
Sementara Komisi PBB melakukan audiensi terhadap 30 pembelot yang beruntung bisa melarikan diri dari tahanan penjara kerja paksa tersebut. Diharapkan, kesaksian-kesaksian ini bisa membuka kekejaman yang terjadi di Korut, sejak Dinasti Kim berkuasa sejak 1948 silam.(rep2)