Satu Tahun di Siak, DPO Teroris Jual Pecel Lele

Satu Tahun di Siak, DPO Teroris Jual Pecel Lele

PEKANBARU - Densus 88 tangkap dua anggota teroris di Riau. Satu di antaranya DPO teroris perampokan bank CIMB Medan. Setahun di Riau sempat jual pecel lele.

Informasi yang dihimpun dari masyarakat di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak. DPO Densus itu adalah bernama Ridwan beralamat di RT 004 RW 006 jalan Bambu Kuning, kelurahan Kandis Kota. Dia menetap sudah setahun di sana dengan samaran Ismail.

Selama tinggal di Kandisn DPO perampokan Bank CIMB ini menjadi penjual pecel lele di Pasar Minggu, Kandis.

"Hanya beberapa bulan saja dia jualan pecel lele habis itu bangkrut. Setelah itu dia membuka lahan kebun sawit," kata seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.

Selama tinggal di Kandis, sebagian warga menyebutkan jika Ridwan termasuk ramah. Warga kaget jika tadi pagi tim Densus 88 membekuk di rumahnya.

"Kami tak nyaka jika dia teroris. Dan sebenarnya dia datang ke desa kami karena ada keluarganya juga di sini," kata warga lainnya.

Sedangkan Agus Sunyoto Napi LP Tanjung Gusta yang melarikan diri ke Kandis saat ada kerusuhan karena di ada Ridwan. Ini menunjukan jaringan teroris perampok Bank CIMB masih saling komunikasi.

Sanyoto ditangkap tim Densus di masjid yang ada di lingkungan RT setempat setelah melarikan diri dari rumah Ridwan.

Dua terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Kecamatan Kandis, baru menyewa rumah beberapa hari lalu. Mereka dikabarkan sempat melarikan diri saat ditangkap.

Kedua terduga teroris digerebek tim Densus 88, Kamis (22/8/203). Mereka baru 2 hari lalu di kawasan tersebut, hanya bermodalkan satu tas. Keduanya sempat melapor ke ketua RW setempat dengan alasan ingin mencari pekerjaan di ladang.

Mereka mengontrak sebuah rumah papan. Rumah yang mereka sewa letaknya persis dibelakang rumah Ketua RW setempat.

Saat digerebek aparat Densus, mereka melarikan diri dan tertangkap di masjid tak jauh dari lokasi Pasar Minggu, Kandis.

Kapolres Siak AKBP Sugeng Putut Wicaksono membenarkan adanya penangkapan tersebut. Namun ia enggan menjelaskan secara rinci soal penangkapan tersebut. "Iya ada. Tapi sekarang masih pengembangan," katanya seperti dilansir detik.com.

Polda Riau enggan mengomentari penangkapan ini. "Maaf, kalau soal teroris itu wewenang Densus 88 (Mabes)," kata Kabid Humas Polda Riau AKBP Hermansyah. (rep02)

 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index