Wah, Pengguna Twitter di Saudi Kini Tergila-gila Beli Follower

Wah, Pengguna Twitter di Saudi Kini Tergila-gila Beli Follower
Di zaman media sosial seperti Twitter sekarang ini jumlah pengikut menjadi sangat penting.Perusahaan-perusahaan menyadari potensi menjual pengikut kepada para pengguna Twitter untuk mendapat keuntungan. Tak terkecuali di Arab Saudi. Mereka mematok harga tertentu untuk menjual pengikut dengan jumlah tertentu, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Selasa (30/7).
 
Menurut laporan di surat kabar the New York Times sekitar 20 juta pengguna di Twitter adalah akun palsu. Sebanyak 40 persen akun itu bisa dikategorikan palsu karena tidak pernah berkicau dan hanya menjadi pengikut.
 
Untuk membeli seratus pengikut (follower) harganya bisa mencapai Rp 100 ribu. Sedangkan harga 100 ribu pengikut senilai Rp 4 juta.
 
Pengamat sekaligus anggota dewan perdagangan dunia maya Madinah Abdul Ghani al-Ansari mengatakan akun-akun palsu di Twitter itu bisa dianggap sebagai bentuk penipuan karena seseorang atau perusahaan menjual sesuatu yang fiktif atau tidak ada.
 
Lagi pula perusahaan itu tidak dalam pengawasan Twitter jadi bisa dianggap penipuan.
 
Pengembang teknologi informasi Ibrahim Hassoun mengatakan semakin banyak jumlah pengikut Twitter maka orang itu akan semakin berpengaruh.
 
"Jumlah pengikut yang banyak membuat perusahaan yang ingin beriklan di media sosial tertarik," kata dia.
 
Hassoun mengatakan saat ini banyak akun yang memiliki pengikut palsu. Namun sebagian pengguna Twitter tetap menilai jumlah pengikut itu penting.
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index