Mesir Makin Terbelah, Korban Tewas 120 Orang

Mesir Makin Terbelah, Korban Tewas 120 Orang

Kairo – Menteri Dalam Negeri Seemntara MesirMohamed Ibrahim berjanji, demo yang menuntut Mohammed Morsi kembali berkuasa 'segera' dibubarkan, setelah memangsa nyawa 120 orang di Kairo kemarin (27/7/2013).

Berbicara pada konferensi pers Sabtu malam (27/7/2013) kemarin, Mohamed Ibrahim menyatakan angkatan bersenjata akan membubarkan demonstrasi 'sesuai hukum' secepat-ceparnya. Tentara akan bertindak dengan mempertimbangkan 'sesedikit mungkin jatuhnya korban'.

Ia ngotot bahwa tentara ingin mencegah pertumpahan darah, seperti yang diminta warga pendukung Mursi.

Ibrahim menyangkal polisi menembakkan peluru tajam, menuduh kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) membesar-besarkan sengkarut politik Mesir. Juru bicara Kemendagri Jenderal Hany Abdel Latif mengaku polisi hanya menggunakan gas air mata. Sementara Dewan Keamanan Nasional menggelar rapat pada Sabtu larut malam membahas situasi keamanan.

Laporan simpang siur mengenai jumlah korban tewas di Kairo mulai merebak Sabtu malam kemarin.

Juru bicara IM Ahmed Aref mengatakan, sebanyak 66 orang tewas, 61 lainnya 'meninggal secara klinis', dan sebanyak 4.500 orang terluka, sekitar 700 orang diterjang peluru tajam.

Kementerian kesehatan menyebut 80 orang tewas sejauh ini, berdasar jumlah yang diterima kamar-kamar mayat di sejumlah rumah sakit. Sedikitnya 792 orang terluka dalam bentrok terdahsyat memakan korban pasca Morsi terguling.

Wartawan Aljazeera Hoda Abdel Hamid melaporkan dari Kairo bahwa negeri para firaun ini bahkan lebih terpecah belah daripada sebelumnya, dan tidak ada tanda-tanda timbulnya saling pengertian antara dua kubu yang bersengkarut.

Hingga Minggu subuh tadi, polisi masih menembakkan gas air mata kepada demonstran yang melempar batu, tulis kantor berita Mesir MENA.

Tak jelas siapa yang memulai menembakkan peluru tajam sehingga makan korban demikian banyak. Jika jumlah yang tewas 120 orang benar adanya, maka insiden ini paling berdarah dan memakan korban terbesar setelah Morsi terdepak oleh angkatan darat lebih dari tiga pekan silam.

Pada 8 Juli 2013, sekitar 53 orang demonstran (kebanyakan pendukung Morsi) tewas ketika beberapa orang menyalakkan senapannya ke arah kompleks Garda Republik di Kairo.

Kantor kejaksaan agung pada Sabtu kemarin berjanji akan menyelidiki kekerasan ini. Dalam konferensi pers Mendagri Ibrahim menuduh IM yang memicu kekerasan hanya demi menarik simpati rakyat. (rep02)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index