PEKANBARU - Walau polisi telah berhasil menggulung gerombolan geng motor pimpinan Klewang, namun aksi kriminalitas geng motor masih saja marak. Malah, aksi mereka makin ganas dengan membawa senjata api untuk menodong para korbannya.
Salah satu korban geng motor ini adalah Novi Kawani (25), warga Jalan Taman Karya, Panam. Sepeda motor BM 35376 NR milikinya dan barang-barang berharga lainnya dirampas oleh tujuh pemuda pada Rabu (24/7) dini hari.
Perampasan itu terjadi ketika Novi hendak pulang rumah dari tempat kerjanya. Saat melintasi kompleks Stadion Utama, tepatnya di Jalan Nagasakti, Novi dipepet segerombolan pemuda yang menaiki dua sepeda motor. Merasa terkejut, Novi menghentikan laju sepeda motornya.
Seorang pelaku langsung menghampiri Novi dan bertanya apakah Novi anggota geng motor atau bukan. "Menurut pengakuan pelaku, adiknya baru saja dirampok oleh geng motor di lokasi itu," turut Novidi Polsek Tampan, Kamis (25/7).
Merasa dirinya bukan anggota geng motor, Novi pun menjawab tidak. Tetapi, pelaku lainnya tidak percaya dan malah mengancam Novi. Salah satu pelaku bahkan mengeluarkan senjata api jenis pistol dari sakunya lalu menodongkannya ke arah Novi.
Tak cukup itu saja, Novi lalu dipukuli dan ditendang oleh pelaku lainnya. Kemudian, seluruh tubuhnya digeledah. Dompet dan handphone miliknya dirampas beserta sepeda motor miliknya.
Setelah semua hartanya dirampas, Novi lalu dibawa mengelilingi Stadion Utama. Lalu, di salah satu tempat yang sunyi Novi diturunkan. Di tempat itu rupanya telah ada beberapa orang yang juga korban perampasan oleh geng motor ini. Selanjutnya, para pelaku pergi dengan menggunakan tiga sepeda motor. "Hanya motor saya yang dirampas, motor korban lainnya tidak dirampas," terang Novi.
Beruntung Novi bisa pulang ke rumah setelah salah seorang korban mau mengantarnya. Lalu, Novi pun bergegas melapor ke polisi. "Pelakunya masih ABG, mereka mungkin masih anak SMP atau SMA. Hanya satu yang agak dewasa sekitar 25 tahunan," beber Novi.
Kapolsek Tampan, Kompol Suparman, mengakui telah menerima laporan Novi. Dia berjanji akan mengusut tuntas kasus ini. "Kita masih mendalami dan menyelidiki kasus geng motor ini," kata Suparman di kantornya, Kamis (25/7).
Krimonolog Universitas Islam Riau, Kasmanto Rinaldi, mengatakan penangkapan Klewang yang dikenal sebagai raja geng motor di Pekanbaru tidak serta merta menghapus kejahatan geng motor. Pasalnya, geng motor di Pekanbaru telah berkembang sebagai identitas sebuah generasi muda. "Sangat sulit memberantasnya," aku Rinaldi, Kamis (25/7).
Diakuinya, geng motor yang beraksi saat ini adalah yang belum tertangkap oleh polisi. Mereka lalu membetuk organisasi sendiri dan merekrut anggota baru. "Pembentukan geng motor baru ini tujuannya adalah melakukan tindak kriminal dan mencari uang," terang Rinaldi.
Memberantas geng motor, lanjut Rinaldi, bukan saja menjadi tugas polisi, tapi yang terpenting adalah peran orang tua dalam membimbing anak-anaknya agar tidak terlibat dalam geng motor. "Selain itu, pemberian sanksi yang tegas sesuai hukum bisa memutus mata rantai mereka," katanya. (rep05)