PEKANBARU - Dua pekan memasuki Ramadhan, Rabu (24/7) kemarin, harga cabe dan bawang merah di sejumlah pasar tradisional Pekanbaru tidak stabil. Akibatnya, pendapatan para pedagang menurun drastis.
Hal ini diakui seorang pedagang sayur-mayur di Pasar Pagi Arengka, Rabu (24/7), Buyung (20) mengatakan, semenjak memasuki Ramadhan, pendapatanya tidak tetap, bahkan cendrung menurun dan mengalami kerugian.
"Aduh, harga cabe dan bawang merah naik. Dampaknya, tentunya pendapatan kami berkurang sebesar 20 persen, karena pembeli sudah jarang berbelanja," akunya.
Ditambah lagi dengan harga yang tidak stabil, selama dua hari ini. Bahkan seminggu lalu sempat turun-naik. Sekarang, harga bawang merah sudah mencapai Rp44 ribu per Kilogram yang sebelumnya Rp80 ribu per Kilogram. Sedangkan harga cabe Rp32 ribu per Kilogaram dari harga sebelumnya Rp80 ribuper Kilogram. "Kondisi ini menyulitkan kami berjualan dan menentukan harga," ujarnya.
Ditambahkannya, minat para pembeli pun jadi berkurang karena takut harga mahal dan tak jarang pembeli pun menewarkan harga. "Modal yang kami keluarkan saja sudah besar dan tidak bisa ditawar lagi dari para pemasok barang. Bagaimana kami menurunkan harga ke pembeli," ujarnya sambil membersihkan barang dagangannya.
"Kami sudah tidak tau lagi bagaimana cara mengatasi permasalahan kenaikan harga-harga sayur mayur ini apalagi ditambah dengan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) memberikan dampak yang sangat besar bagi kami para pedaggang ini," katanya.
Untuk itu, ia berharap kepada pemerintah menstabilkan harga-harga sembilan bahan pokok ini. "Jangan jadi tontonan saja masalah harga sayur mayur ini. Keuntungan kami tidak ada bahkan cendrung rugi," sebutnya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh salah seorang pedagang sayur-mayur di Pasar Simpang Baru Panam Kota Pakanbaru, Nursani (50) mengatakan, harga cabe dan bawang merah sudah dua pekan belakangan ini tidak stabil. Akibatnya ia dan ejumlah pedagang lainnya ikutan merugi. Buruknya lagi, barang dagangan banyak busuk karena kurangnya minat masyarakat berbelanja.
"Jika pasokan cabe banyak, harga pun stabil dan jika pasokan cabe berkurang maka harganya melambung tinggi. Pendapatan kami pun menjadi turun naik seiring kenaikan harga tersebut," jelasnya. (rep05).