Waswas Diserang Iran, Israel Borong Senjata dari AS Rp314 Triliun

Waswas Diserang Iran, Israel Borong Senjata dari AS Rp314 Triliun

Jakarta - Situasi Timur tengah memanas setelah Iran menyatakan akan 'menghukum' Israel. Para pengamat militer dan inteljen meyakini, serangan Iran dan fraksinya akan melakukan serangan dalam beberapa hari ke depan. Melihat situasi tersebut, Israel dan sekutu dekatnya, Amerika Serikat, langsung bersepakat untuk membangun kekuatan armada militernya. Israel dikabarkan memboron senjata canggih AS, seperti sejumlah jet tempur, hingga rudal canggih.

Nilai total penjualan tersebut mencapai US$20 miliar (Rp314,1 triliun). Kesepakatan penjualan ini juga berlangsung kala AS dan Israel sama-sama siaga usai memprediksi serangan balasan Iran atas kematian bos Hamas, Ismail Haniyeh, di Teheran, akan berlangsung dalam pekan ini.

"Amerika Serikat berkomitmen untuk keamanan Israel, dan sangat penting bagi kepentingan nasional AS untuk membantu Israel mengembangkan dan mempertahankan kemampuan pertahanan diri yang kuat dan siap. Penjualan yang diusulkan ini konsisten dengan tujuan tersebut," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri AS pada Selasa (13/8).

Dalam kesepakatan itu, pemerintah dan Kongres AS sepakat menjual 50 jet tempur F-15, Rudal Jarak Menengah Canggih, atau AMRAAM, amunisi tank 120 mm, mortir berdaya ledak tinggi, hingga kendaraan taktis ke Israel.

Meski begitu, ABC News melaporkan senjata-senjata ini tidak akan sampai ke Israel dalam waktu dekat. Proses kontrak jual-beli ini juga akan memakan waktu bertahun-tahun sebelum pengiriman senjata.

Menurut Kemlu AS, sebagian besar senjata ini dijual untuk membantu Israel meningkatkan kemampuan militernya dalam jangka panjang. Pembelian senjata ini juga bagian dari kontrak di mana pengiriman tidak akan berlangsung sebelum 2026.

Kontrak penjualan senjata ini pun tidak hanya mencakup 50 pesawat baru yang akan diproduksi oleh Boeing.

Kontrak tersebut juga akan mencakup perlengkapan peningkatan keamanan bagi Israel untuk memodifikasi armada dua lusin jet tempur F-15 yang ada dengan mesin dan radar baru. Jet tersebut merupakan bagian terbesar dari penjualan senilai US$20 miliar dengan pengiriman pertama diharapkan pada 2029.

Dewan Keamanan Nasional AS sebelumnya menyebut serangan balasan Iran ke Israel akan terjadi pekan ini. Negeri Zionis pun bersiap hingga menggelar simulasi perang.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby mengatakan dugaan itu muncul setelah mendapat informasi penilaian dan analisis dari intelijen mereka.

"Fakta bahwa mereka percaya kemungkinan besar akan ada serangan oleh Iran dan/atau proksinya, dan mungkin dalam beberapa hari mendatang," kata Kirby saat konferensi pers pada Senin (12/8), dikutip situs resmi AS.

Saat ditanya lebih lanjut, Kirby tak memaparkan waktu pasti serangan itu terjadi. Dia hanya menyebut punya kekhawatiran yang sama dengan Israel terkait serangan dan "mungkin terjadi pekan ini."

Kirby juga belum bisa membeberkan skala serangan balasan Iran. Dia mengatakan AS saat ini terus memantau dengan cermat situasi di Timur Tengah.**

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index