Waduh, Honda BeAT Baru Tak Pakai Kick Starter: Tenang Ada Alarm dari Baterai Indikator!

Waduh, Honda BeAT Baru Tak Pakai Kick Starter: Tenang Ada Alarm dari Baterai Indikator!
ilsutrasi

Jakarta - Honda BeAT baru kini sudxah ada di pasaran Indonesia. PT Astra Honda Motor (AHM) telah menghilangkan starter kaki tersebut di tiga varian tertinggi. Sehingga, konsumen hanya mengandalkan starter jempol untuk menyalakan mesin kendaraan.

Motor matik 'sejuta umat' itu tersedia dalam empat varian berbeda, yakni CBS, Street, Deluxe-Standard dan Deluxe-Smart Key. Namun, hanya varian CBS saja yang dibekali kick starter.

Menurut Senior Analyst New Model Service & Publication Dept PT AHM, Sarwono Edhi, alasan mengapa pihaknya menghilangkan kick starter di Honda BeAT baru. Menurutnya keputusan tersebut sudah melalui survei dan studi yang cukup panjang.

"Ya benar. Kick starter itu kan dari survei yang dilakukan sebagian besar kustomer itu sekarang sudah jarang menggunakan. Memang masih ada satu-dua yang pakai, tapi jarang sekali," ujar Sarwono saat ditemui di Cikarang, Jawa Barat, belum lama ini.

Lebih jauh Sarwono menjelaskan, Honda BeAT baru sekarang sudah punya indikator baterai. Sehingga, pengendara bisa memantau kondisinya tanpa khawatir starter jempol tak bisa digunakan.

"Jadi, sebelum baterainya soak, baterai indikatornya memberikan notifikasi. Diharapkan kustomer sudah mengganti baterainya di bengkel. Sekarang cuma varian CBS aja yang pakai, tapi diharapkan semua (varian) bisa dihilangkan," ungkapnya.

Hilangnya komponen kick starter membantu mengurangi bobot Honda BeAT baru hingga 1 kg. Bahkan, secara total, kendaraan tersebut lebih ringan 3 kg dibandingkan model sebelumnya.

Di kesempatan yang sama, Thomas Wijaya selaku Executive Vice President PT AHM juga menjelaskan alasan mengapa hanya Honda BeAT CBS yang masih menggunakan kick starter. Penjelasannya kurang lebih sama seperti Sarwono.

"Iya, betul. Kan sudah ada baterai indikator, jadi konsumen nggak perlu khawatir lah. Toh secara durabilitas juga baik. Konsumen tidak perlu khawatir dan nyaman dengan indikator itu," kata Thomas.**
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index