Ekonomi

Investasi Dratis Naik, Pekanbaru Ternyata memiliki 973 Proyek Yang Nilainya Gila

PEKANBARU - Hingga triwulan ketiga 2020, ada 973 proyek investasi di Kota Pekanbaru. Jumlah itu berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).

Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Pekanbaru F Rudi Misdian menyebutkan, untuk proyek investasi terbanyak berasal dari PMDN berjumlah 826 proyek dengan nilai ivestasi Rp2,448 triliun.

"Kemuduan PMA ada 111 proyek dengan nilai investasi Rp1,146 triliun," kata Rudi, Ahad (22/11/2020).

Ia menyebutkan, 973 proyek investasi PMDN dan PMA itu menyerap 6.631 tenaga kerja. Untuk 826 proyek PMDN terdiri dari sektor hotel dan restoran, industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik dan jam, industri kertas, percetakan, industri makanan dan jasa.

Kemudian proyek di sektor kehutanan, konstruksi, listrik, gas dan air, perdagangan dan reparasi, pertambangan, perumahan, kawasan industri dan perkantoran, tanaman pangan, perkebunan dan peternakan, transportasi, gudang dan telekomunikasi.

Sementara 111 proyek PMA terdiri dari sektor hotel dan restoran, jasa lainnya, listrik, gas dan air, perdagangan dan reparasi, serta perkantoran.

"Investor yang berinvestasi dalam proyek PMA ini berasal dari 6 negara, di antaranya Singapura, Hongkong, Republik Rakyat Tiongkok, British Virgin Island, Inggris dan Amerika Serikat," jelas Rudi.

Pandemi Covid-19 ternyata tidak mempengaruhi minat investor untuk masuk dan berinvestasi di Kota Pekanbaru. Terbukti dari Januari hingga akhir September 2020, total investasi sudah mencapai Rp3,594 triliun.

Realisasi investasi Rp3,594 ini sudah berkisar 87,5 persen dari total target yang ditetapkan BKPM RI dan Pemerintah Provinsi Riau senilai Rp4 triliun di 2020 ini.

Jika dibandingkan periode yang sama di 2019 lalu, realisasi investasi tahun ini meningkat tajam lebih kurang 285 persen. Tahun lalu, periode Januari-September, total investasi yang masuk sebesar Rp1,258 triliun. Sementara Januari-September tahun ini sudah Rp3,594 triliun. (rep05)
 


[Ikuti Riaudaily.com Melalui Sosial Media]