PEKANBARU - Jumlah kasus pasien positif Covid-19 di Provinsi Riau yang meninggal dunia terus bertambah. Senin (21/9/2020) terdapat enam pasien positif Covid-19 di Riau yang meninggal. Sehingga total pasien yang meninggal dunia karena Covid-19 di Riau hingga saat ini mencapai 106 orang.
Tingginya kasus kematian akibat Covid-19 ini menjadi perhatian serius bagi Pemprov Riau.
Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar, Senin (21/9/2020) menginstruksikan kepada seluruh rumah sakit di Riau yang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 agar menambah ruang Intensive Care Uni atau ICU.
"Ruang ICU tolong ditambah," katanya saat rapat virtual bersama Kepala OPD Pemprov Riau terkait penanganan Covid19 di Gedung Daerah, Senin (21/09/2020).
Dengan tersedianya yang ICU yang memadai, diharapkan pasien Covid-19 yang memiliki penyakit penyerta atau Komorbid bisa dirawat secara intensif di ruang tersebut.
Sehingga diharapkan angka kesembuhan pasien semakin meningkat dan angka kematian bisa ditekan.
"Kita harus betul-betul bekerja keras dalam melayani masyarakat dalam menangani Covid- 19 ini," ujarnya tegas.
Gubri menegaskan, untuk memerangi Covid-19 ini semua pihak harus bekerjasama. Khususnya pemerintah provinsi dan kabupaten kota.
Termasuk OPD yang ada di lingkungan Pemprov Riau dan kabupaten kota juga harus bekerja keras untuk sama-sama menekan penyebaran Covid-19.
"Pemerintah provinsi dan kabupaten kota, termasuk OPD-OPD harus saling bekerja sama dalam menangani bencana ini agar penularan Covid-19 segera menurun di Riau. Kita wajib bekerja sama dalam mengatasi Covid-19," kata Syamsuar.
Selain meminta rumah sakit untuk segera menambah ruang ICU, Gubri Syamsuar juga meminta kepada seluruh petugas kesehatan, mulai dari dinas, rumah sakit hingga Puskemas agar benar-benar memperhatikan dan mengawasi pesien Positif Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Sebab hingga saat ini masih banyak pasien positif Covid-19 yang diisolasi di rumah.
"Kalau yang sanggup dan mampu silahkan isolasi di rumah, tapi harus dipastikan orang tersebut tidak berkeliaran kemana-mana dan tidak menularkan virus kepada orang lain," katanya.
Namun jika ada pasien yang rumahnya tidak layak dijadikan untuk isolasi mandiri harus dibawa ke lokasi isolasi mandiri yang disiapkan pemerintah.
Sebab jika pasien ini tetap dibiarkan dirawat di rumah, bisa menularkan ke anggota keluarganya dan lingkungan sekitar. Sehingga berpotensi memunculkan kluster keluarga.
"Kalau pasien tidak ketat menjalankan protokol kesehatan, kita khawatirkan bisa terjadi transmisi di keluarga. Jadi harus cepat melakukan isolasi OTG ini, jangan ragu-ragu. Jangan sampai OTG menularkan virusnya ke orang-orang terdekatnya," katanya.(rep05)