Petani Gagal Tanam Padi

DPRD Siak Panggil 3 Camat di Kabupaten Siak

Ilustrasi
SIAK - Sebanyak tiga Camat yang ada di Kabupaten Siak diantaranya, Camat Sungai Apit, Djoko Edi Himhar, S.Sos,M.Si. Camat Sabak Auh, Suparni,S.Sos,M.Si, dan Camat Bungaraya, Dicky Sofyan,S.STP, saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Siak, memaparkan sejumlah permasalahan terhadap petani pangan yang ada pada masing-masing Kecamatannya, Selasa (19/5) di gedung Panglima Jimbam kantor DPRD Siak komplek perkantoran Sungai Betun Kelurahan Kampung Rempak Kecamatan Siak.
 
Rapat Dengar Pendapat yang digelar oleh Komisi II dan Komisi III DPRD Kabupaten Siak, dengan topik membahas pembangunan Pengairan dan Irigasi Persawahan di Kabupaten Siak, masing-masing camat yang diundang oleh anggota DPRD Siak ini, memaparkan terhadap persoalan petani pangannya kepada anggota DPRD Kabupaten Siak. Terutama terhadap sumber air  yang tak kunjung selesai bagi kepentingan petani di Kabupaten Siak 
Sementara itu, Rapat Dengar Pendapat yang dihadiri langsung oleh Ketua Komisi II Syamsurizal,S.Ag, diikuti anggotanya H.Mukhsar,SH, Mutarom,S.Ag, Tarmijan dan satu orang dari Komisi III DPRD Siak Zulfaini.
 
Dalam acara rapat ini, Ketua Komisi II mempertanyakan terhadap masalah air yang tidak kunjung selesai yang dihadapi oleh daerah, padahal dana yang dikucurkan oleh Pemerintah Daerah, 
 
cukup besar sekali bagi petani pangan yang ada di Kabupaten Siak, tapi kenapa masalah air ini menjadi kendala besar bagi kita,"ujar Syamsurizal menyampaikan.
 
Kata Syamsurizal, untuk masalah sumber air yang dibutuhkan oleh petani pangan ini, kita yang hadir hari ini, bukan untuk mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, akan tetapi kita 
 
perlu merumuskan terhadap solusi yang terbaik, apabila hal ini dapat kita lakukan, maka apa yang dihadapi oleh petani pangan bisa terselesaikan. Untuk itu Pemerintah Daerah Kabupaten Siak, perlu menyiapkan konsep yang tepat, sebab Kabupaten Siak, punya sumber air yang cukup berlimpah di Sungai Siak, kenapa hal ini tidak dimanfaatkan,jangan biarkan petani kita ini, menghandalkan tadah hujan, repot jadinya, tengoklah sekarang, sudah berapa lama petani pangan kita, belum bisa melakukan tanam, karena tidak ada hujan yang turun.
 
Hal senda juga disampaikan oleh Camat Sabak Auh, Suparni,S.Sos, kata Suparni, Petani pangan Kecamatan Sabak Auh, bukan malas menanam, tapi sumber air tidak ada, sehingga petani pangan terpaksa mengalihkan alih funsi tanam, dengan menanam Jagung, Kedelai dan Kacang tanah, itupun banyak yang mati. Untuk mengantisifikasi masalah kebutuhan air ini, Pemkab Siak membangun pompanisasi air di Kampung Belading Kecamatan Sabak,"urai Suparni menjelaskan.
 
Tak hanya itu, Camat Sungai Apit Djoko Edy Himhar, juga menyampaikan hal sama, katanya dari sekian hektar lahan pertanian pangan di Kecamatan Sungai Apit, juga terkendala dengan masalah air, sehingga petani pangan yang ada di Kecamatan Sungai Apit, hingga kini belum melakukan penanaman. Untuk itu perlu dicarikan solusi,"ungkap Djoko.
 
Sementara itu kesulitan air bagi petani pangan juga disampaikan oleh Camat Bungaraya Dicky Sofyan,S.STP, katanya. Kecamatan Bungaraya yang menjadi lumbung pangan bagi Pemerintah Kabupaten Siak, juga disulitkan dengan sumber air, walaupun disana sini, sudah tersedia irigasi, namun irigasi-irigasi tersebut, tidak mampu mengairi sawah yang ada di Kecamatan Bungaraya, walaupun pada irigasi-irigasi tersebut sudah tersedia air, namun air tersebut tidak cukup untuk mengairi sawah petani, untuk itu kita perlu mengatur konsep baru untuk kebutuhan sumber air ini," kata Diky menjelaskan.(Fandy)

[Ikuti Riaudaily.com Melalui Sosial Media]