SELATPANJANG - Krisis listrik yang terjadi di Kepulauan Meranti khususnya di Kota Selatpanjang dan sekitarnya terus terjadi. Bahkan sudah terlalu parah. Bahkan, pemadaman bergilir yang dilakukan PLN Ranting Selatpanjang sudah tidak terjadwal lagi. Pihak PLN mengaku bahwa kabut asap mempengaruhi dan membuat mesin rusak.
Seperti yang dikatakan Kepala Ranting PLN Selatpanjang, Doddy Pariyadi, Selasa malam (18/6). Menurutnya kondisi radiator sangat kotor dikarenakan kabut asap beberapa hari terakhir. ‘’Sehingga mesin tidak mampu dibebani maksimal,’’ katanya dilansir riaupos.co.id.
Sebelumnya dua hari yang lalu kembali lagi mesin menjadi rusak akibat overheat. ‘’Dua hari yang lalu memang emergency. Jadi pemadaman memang sempat 2-1,’’ ujarnya.
Sementara dengan kondisi itu membuat pengurus KNPI Kepulauan Meranti kecewa terhadap PLN Ranting Selatpanjang.
‘’Kami atas nama pemuda Kepulauan Meranti yang tergabung dalam KNPI memberikan warning PLN untuk tidak mematikan listrik sesuka hati. Kepala PLN Ranting Selatpanjang dan jajarannya harus konsisten terhadap kebijakan yang mereka buat sendiri. Jika ini terus berlangsung kita siap menempuh jalur hukum,’’ kata Ketua DPD KNPI Kepulauan Meranti Jonny yang didampingi Sekretaris KPNI Rayan Pribadi SH, Rabu (19/6).
Menurut Jonny, kemarahan masyarakat terhadap kebijakan PLN tersebut bukan tanpa alasan. Sebelumnya petugas PLN sendiri yang telah membuat jadwal pemadaman bergilir dari tiga hari sekali, kemudian berubah enam kali sehari. Namun, kenyataannya tidak sesuai dengan jadawal.
Petugas PLN malah dengan sesuka hati melakukan pemadaman siang dan malam, walaupun durasi pemadaman tersebut hanya sebentar, namun berulang kali.
Sejalan dengan instruksi bupati sebelumnya, kata Jonny, pihaknya juga mengingatkan kepada petugas PLN agar tidak melakukan pemadaman saat bulan puasa nanti. Segala kerusakan yang terjadi harus diperbaiki dari sekarang, cepat dan pro aktif di internal PLN sendiri.
Tidak hanya di Selatpanjang saja, larangan untuk tidak pemadaman tersebut juga berlaku di seluruh Meranti. ‘’Jangan sampai kesabaran masyarakat hilang sehingga imbasnya kepada PLN juga. Kalau mau membenah, ya benahilah dari sekarang,’’ sebutnya.
Untuk menindaklanjuti ucapannya, Jonny juga menegaskan bahwa secara kelembagaan KNPI juga akan menyurati pihak PLN untuk segera mengklarifikasikannya.(rep2)