Dinas Pendidikan: Riau Siap Gelar Ujian Nasional

Dinas Pendidikan: Riau Siap Gelar Ujian Nasional
Pekanbaru-Sebanyak 859 sekolah SMA dan SMK serta yang sederajat akan menggelar Ujian Nasional di Riau Senin (13/4) sampai Rabu (15/4) mendatang. Tapi dari sebanyak itu sekolah, hanya ada 11 sekolah saja yang tidak lagi menggunakan kertas soal ujian.
 
Ada delapan sekolah di Pekanbaru dan tiga sekolah di Kota Dumai menggunakan komputer untuk menyelenggarakan Ujian Nasional.
 
Di 11 sekolah tersebut berbeda karena Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Pusat Penilaian Pendidikan (Litbang Puspendik) menunjuk untuk menjadi sekolah rintisan penyelenggara Ujian Nasional Computer Based Test (UN CBT). Sementara sekolah lainnya masih pada Ujian Nasional Paper Based Test (UN PBT).
 
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Dwi Agus Sumarno didampingi Kabid Pendidikan Menengah dan Pendidikan Tinggi Drs Khairil Anwar mengatakan, semua pihak sudah berintegrasi untuk penyelenggaraan UN baik PBT maupun CBT di Riau. ‘’Bahkan pihak PLN sudah menghubungi dan menjamin untuk mengkondisikan listrik tidak padam di daerah sekolah yang menggelar UN CBT,’’ kata Dwi Agus Sumarno.
 
Dwi mengatakan, dari rangkaian uji coba yang sudah dilakukan di sekolah-sekolah beberapa waktu sebelum UN, tidak ada masalah.
 
‘’Uji cobanya, pertama kondisi normal, kemudian kondisi ribut, kemudian kondisi listrik padam, kemudian normal kembali, dan sejauh ini tidak ada masalah dengan UN CBT,’’ sebut Dwi.
 
Dwi mengatakan, kedepannya penggunaan teknologi komunikasi sangat penting sehingga dari sekolah-sekolah juga sudah dimulai menggunakan komupter saat melakukan ujian.
 
‘’Kalau tidak mulai dari sekarang, kapan lagi. Kedepannya alat komunikasi dan teknologi ini digunakan jadi generasi muda ini harus siap, karena dunia sudah seperti itu,’’ kata Dwi.
 
Dwi juga menjelaskan soal CBT, banyak sekolah yang mengajukan untuk ikut UN CBT, namun tidak semua bisa ikut.
 
‘’Yang melakukan verifikasi itu pihak kementrian, jadi spesifikasi komputer disekolah jadi syaratnya juga. Jumlah kelas yang representatif masuk dalam penilaian. Evaluasi sudah dilakukan, operatornya, teknisinya, pengawasnya juga sudah ujicoba dan tidak ada kendala,’’ kata Dwi.
 
Dwi juga menyebutkan soal yang ada di UN PBT sama dengan UN CBT, namun caranya saja yang berbeda, satu masih menggunakan kertas, kemudian CBT menggunakan komputer.
 
Namun UN CBT lebih akuntabel, transparan dan tidak menggunakan kertas lagi sehingga lebih hemat.
 
‘’Tidak menggunakan kertas ini jadi lebih hemat pendanaan penyelenggaraan UN. Kerahasiaannya juga lebih terjamin dan tentunya nilai integrasi itu jadi semakin lebih baik. Kedepannya bisa lebih efesian dan efektif serta hemat,’’ kata Dwi. (rep05/rpc)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index