Sebelum Bunuh TKI di Hong Kong, Rurik Sempat Ingin Bunuh Diri

 Sebelum Bunuh TKI di Hong Kong, Rurik Sempat Ingin Bunuh Diri
Jakarta - Rurik Jutting sudah mengakui sebagai pembunuh dua warga negara Indonesia di Hong kong, Sumarti Ningsih dan Jesse Lorena Ruri, akhir pekan lalu. Diduga kuat, mantan bankir itu mengalami depresi hebat setelah diselingkuhi oleh tunangannya. Hal itu dibenarkan oleh salah satu mantan kekasih Jutting. 
 
"Dia pernah berusaha untuk bunuh diri Oktober lalu. Dia bilang sedang stres karena masalah pekerjaan dan finansial," kata mantan pacar Jutting yang tak mau disebutkan namanya kepada Channel 4 News, seperti dilansir dari Business Insider, Selasa, 4 November 2014. 
 
Soal kasus yang menimpa Jutting, perempuan itu mengaku sangat kaget. Dia tidak menyangka pria asal Inggris itu bisa membunuh orang lain. "Dia orang yang sangat baik. Dia selalu terlihat bahagia. Saya tidak bisa membayangkan apa yang terjadi pada dirinya," kata perempuan itu. 
 
Jutting ditangkap di apartemennya di kawasan Wan Chai, Hong Kong, pada Ahad lalu. Saat tiba di lokasi, polisi menemukan dua mayat wanita tanpa busana dalam kondisi mengenaskan. Ningsih ditemukan sudah dimutilasi dan dimasukkan ke dalam sebuah koper yang terletak di balkon apartemen.
 
Menurut laporan pihak kepolisian, Ningsih sudah tewas lima hari sebelum penemuan mayat tersebut. Sedangkan Ruri, yang belakangan diketahui bernama asli Seneng Mujiasih, ditemukan sedang sekarat dengan luka di bagian leher dan bokong. Dia tewas beberapa saat setelah ditemukan oleh polisi. (rep05)
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index