PEKANBARU - Harga beras di Kota Pekanbaru mengalami kenaikan sejak tiga hari belakangan ini terhitung sejak Jumat lalu (22/8). Menurut sejumlah ibu rumah tangga dan pemilik kedai nasi, rumah makan di Pekanbaru kenaikan harga beras ini cukup fantastis dan dikeluhkan sekali.
Menurut pemilik kedai nasi di kawasan Gobah Pekanbaru Ny Nur harga beras yang naik terutama beras mudik dari Sumbar seperti beras Anak Daro. Biasanya harga jual satu karung isi 10 Kg beras anak Daro itu hanya sekitar Rp110.000 hingga Rp112.000. Tapi kini menjadi Rp180.000.
"Ini artinya harga dulu hanya sekitar Rp11.000 per Kg, tapi kini naik menjadi Rp18.000 per kg luar biasanya mahalnya. Oleh sebab itu kami sebagai pemilik kedai naik juga menyesuaikan harga menjadi naik," kata Ny Nur.
Sementara pelacakan di lapangan dari sejumlah pemasok beras mudik dari Sumbar, kenaikan harga beras mudik ini disebabkan beberapa faktor antara lain iklim yang kurang bersahabat/sering mendung di Sumbar. Petani di Sumbar kesulitan menjemur padi karena iklim sejak sepekan ini di Sumbar sering mendung. Kemudian ada pembatasan BBM premium dan solar di Bukittinggi oleh Pertamina setempat mempengaruhi distribusi dan transportasi sembako dari Sumbar ke Pekanbaru. Tidak hanya beras yang naik, harga ikan laut dari Sumbar dan Sibolga Sumut juga mengalami kenaikan sampai di Pekanbaru, terutama ikan tongkol sisik. Demikian juga ikan nila dan emas mengalami kenaikan di Pekanbaru.
Tingkat konsumsi masyarakat Pekanbaru usai Idul Fitri 1435 H cukup tinggi. Ini dikisahkan oleh seorang peternek bebek di Panam Pekanbaru, Abdul Manan alias Aan Ahad siang tadi (24/8). Menurut Aan sejumlah restoran, kedai pecel lele dan sebagainya di Pekanbaru memintanya menyediakan ternak bebek 100 ekor setiap hari. Namun Aan tak bisa memenuhi permintaan pasar ini karena keterbatasan pasokan bebeknya. (rep03/rpc)