Selamat Ulang Tahun Riau Terkini

Senin, 23 Desember 2013 | 11:19:00 WIB
SABTU (21/12/13), aula utama Pustaka Wilayah Soeman HS Provinsi Riau, Jalan Sudirman, Pekanbaru dipadati mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Pekanbaru. Jumlahnya tak kurang dari 300-an orang.
 
Saat itu tengah berlangsung diskusi santai sempena ulangtahun Portal Berita www.riauterkini.com atau kerap disingkat RTC yang ke-10. Saya juga diminta sebagai salah seorang pembicara, bersama para praktisi jurnalis hebat di Pekanbaru. 
 
Ada Mas RHR Dodi Sarjana, Pemimpin Redaksi Tribun Pekanbaru, Sekretaris Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Riau, Eka Putra Nasir, Komisioner Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Riau, Tedy Boy.
 
Kemudian ada pula Pemimpin Redaksi Harian Berita Terkini, Luzi Diamanda, Penanggungjawab program berita Radio Bharabas, Prima Ermad, Direktur Pekanbaru Jurnalis Center (PJC), Wahyudi El Panggabean dan praktisi Information Technologi (IT), Boby. 
 
Diskusi berlangsung sangat hangat. Para mahasiswa sebagai peserta juga sangat aktif bertanya. Mereka sepertinya ingin banyak tahu tentang dunia tulis menulis ini. Saya juga terkagum-kagum melihat ramainya mahasiswa yang datang. 
 
Alhamdulillah, kendati pertanyaan yang datang berapi-api, semuanya dapat dijawab dengan terang benderang oleh para pembicara. Alhasil, ending dari acara ini, puja-puji mengalir deras yang ditujukan kepada yang punya gawe: Portal Berita Riauterkini.com.
 
Umurnya kini genap sepuluh tahun. Sama dengan umur saya yang juga sekitar 10 tahunan menggeluti dunia politik lewat bendera Partai Amanat Nasional (PAN). Awalnya dulu saya juga seorang wartawan.
 
Namun dalam perjalanan ikut berpartai bersama PAN dan kemudian sempat diamanahkan lima tahun menjadi anggota DPRD Kabupaten Bengkalis dan lima tahun kemudian, menjadi anggota DPRD Provinsi Riau, lewat partai yang sama.
 
Sekarang untuk periode lima tahun kedepan: 2014-2019, berkat dorongan berbagai kelompok masyarakat, saya kembali diminta untuk maju dari partai dan daerah pemilihan yang sama: Bengkalis, Dumai dan Kabupaten Kepulauan Meranti.
 
Melihat sejarah panjang lahirnya Riauterkini.com yang sekarang sudah menjadi portal terbesar di Riau, saya menjadi ingat perjalanan panjang politik saya di awal-awal dulu: Terseok-seok dengan modal hanya kegigihan dan kerja keras.
 
Namun berkat profesi jurnalis yang sempat saya geluti di kelompok Riau Pos Group, ternyata cukup membantu langkah politik saya. Berkat profesi ini, saya melalang buana di seluruh pelosok Bengkalis dan sekitarnya, termasuk ke Selat Panjang (dulu masih bagian dari Kabupaten Bengkalis).
 
Saya jalani profesi ini dengan gigih dan terus menulis setiap fakta dan peristiwa yang terjadi di lapangan. Terlebih lagi kejadian-kejadian yang merugikan masyarakat. Ternyata tanpa saya sadari menjadi investasi. Begitu saya menggeluti dunia politik dan ikut mencaleg, pundi-pundi investasi ini yang mengantarkan saya ke kursi wakil rakyat.
 
Hanya itu modal terbesar saya di awal-awal berpolitik dulu. Tapi kalau di tanya modal dalam bentuk rupiah, manalah kuat. Saya bukan kontraktor dan bukan pengusaha, tapi hanya wartawan lapangan yang meliput ke pelosok-pelosok desa.
 
Maka saat Pemimpin Umum Riauterkini.com, Ahmad S.Udi, memaparkan perjalanan panjang Riauterkinicom hingga menjadi hebat dan kokoh saat ini, saya tidak terlalu kaget, karena memang portal ini dibangun dengan kegigihan dan kerja keras di tengah badai cibiran.
 
Setiap keberhasilan itu, pasti melalui proses panjang yang penuh liku. Terlebih lagi berangkat dari nol, seperti Riauterkini.com yang memulainya memang dari nol. Sebab tak ada pemodal besar di belakangnya. Manajemennya juga seadanya. 
 
"Kami patut berbangga, karena kami bisa terus tumbuh dan mencapai kondisi seperti sekarang di tengah keterbatasan," mengutip penyataan Ahmad S.Udi penuh bangga dan ia layak bangga. Sebab perjalanannya betul-betul dari nol, seperti juga saya yang berangkat dari nol menggeluti dunia politik 
 
Kita juga patut beri acungkan jempol. Sebab Riauterkini.com sudah mampu menggaji puluhan wartawannnya yang tersebar di seluruh wilayah di Riau. Omsetnya juga terus meningkat. Padahal di awal-awal dulu, orang tak kenal apa itu Riauterkini.com.
 
Saya pikir pencapaian Riauterkini.com bisa menjadi tauladan bagi kita semua dan generasi berikutnya. Untuk bisa menjadi besar dan sukses, ternyata tidak selalu butuh modal besar. Yang dibutuhkan cukup kerja keras dan inovasi.
 
Jika konsisten dan serius melakukan apa yang bisa kita lakukan sekarang, Insya Allah hasilnya sudah menunggu didepan.
 
Benar kata-kata orang bijak: Kita tidak akan bisa menjadi orang besar, jika kita tidak pernah sukses menjadi orang kecil yang tangguh. Kemudian ada juga yang menyebutkan: Bos yang hebat, karena ia pernah menjadi anak buah yang hebat.
 
Saya tahu betul bagaimana kegigihan Ahmad S.Udi dengan Riauterkini.com-nya di awal-awal dulu. Kesana-kemari ia terjun langsung melakukan liputan. Kekuatannya adalah kecepatan berita.
 
Saat itu terjadi peristiwa, saat itu pula sudah bisa diketahui pembaca apa yang terjadi. Sebab ia langsung menulisnya di lokasi kejadian. Sikap itu dilakukan dengan konsisten dan kerja keras hingga akhirnya menjadi rujukan banyak wartawan dan media cetak. Kini ia sudah menjadi bos yang hebat.
 
Bahkan Riauterkini.com bisa dikatakan vioner dari portal-portal berita yang kini makin menjamur di Riau dan Pekanbaru khususnya. Riauterkini.com juga sudah membuktikan, sesuatu yang dikerjakan dengan serius dan sungguh-sungguh, hasilnya akan memuaskan dan sekarang mampu menjadi tumpuan hidup banyak orang.
 
Untuk itu, selamat kepada Riauterkini.com yang berulangtahun yang ke-10. Semoga kedepan makin eksis dan terus berinovasi. Jangan pernah puas apa yang sudah didapat hari ini, karena dengan cepat puas, akan mengantarkan kita kepada zona nyaman. (rep05)
 

Terkini