Ternyata, Barang-Barang Ekspor Ini Diproduksi di Rutan?

Rabu, 11 Desember 2013 | 03:33:00 WIB

JAKARTA-Perspektif masyarakat pada umumnya tentang narapidana memang cenderung negatif. Orang akan buru-buru uderestimate dengan kemampuan dan hasil karya seorang narapidana ketika tahu mereka bisa memproduksi sesuatu yang bernilai ekonomi.

Namun kecenderungan umum masyarakat itu sedikit terbantahkan dengan fakta bahwa ada produk-produk buah tangan para narapidana yang berhasil merambah pasar internasional dengan kualitas yang tidak kalah dengan produk perusahaan-perusahaan raksasa lainnya.

Direktur Bina Narapidana dan Pelayanan Tahanan, Direktorat Jenderal Permasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Tuti Nurhayati mengungkapkan produk buah tangan narapidana yang sudah masuk ke pasar internasional antara lain seperti bola, mabel laci, lemari, kursi rotan sintetis dan sarung baseball.

"Ini dimulai sejak adanya MoU sekitar tahun 1990. Mereka difasilitasi dan dibimbing untuk dapat memproduksi barang-barang tersebut," tuturnya seperti dilansir Okezone.com, Jakarta, Rabu (11/12/2013).

Dia mengurai, untuk produk bola, tujuan ekspornya adalah negara-negara di Eropa. Produk tersebut, ungkapnya, berasal dari produksi di Rutan Cirebon.

Sedangkan untuk kursi rotan sintetis berasal dari beberapa rutan di Majalengka, Subang dan Bandung. "Modal awal mereka ini dari perusahaan. Begitu juga bahan dan peralatan. Diproduksinya di lapas, rumah binaan," kata Tuti.

Sementara itu Tuti melanjutkan, lemari dan mabel laci diekspor dari rutan di Porong, Jawa Timur sedangkan sarung tangan baseball dari rutan di Ambarawa. Ketiga jenis produk ini juga, tambahnya, diekspor ke Eropa.

Sayangnnya, Tuti tidak bisa memastikan besaran nilai ekspor yang selama ini telah dicapai dari produk-produk buah tangan para narapidana itu. "Itu yang lebih tahu pihak perusahaan," tutupnya.(rep06)

Terkini