Jakarta-Dua korban tabrakan maut KRL vs mobil tangki Pertamina di Bintaro masih menjalani perawatan intensif di RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Nahas, salah satu korban kritis harus diamputasi.
Spesialis bedah plastik RS Fatmawati, dr Bismedi menyatakan, korban bernama Betty Ariyani (56), harus menjalani amputasi sebab tangan kanannya mengalami luka bakar parah. Luka ditangan kanan Betty mencapai 60 persen.
"Mrs X diketahui bernama ibu Betty, mengalami luka bakar 60 persen. Kondisi lengan kanan hangus semua, sudah tak berfungsi. Masuk dalam luka bakar grade (tingkat) 4," ujar Bismedi saat jumpa pers di rumah sakit Fatmawati, Jakarta, Senin (9/12).
Sebelum amputasi, Bismedi menjelaskan, pihaknya sudah meminta izin dari keluarga korban. Walau sempat menolak, akhirnya Betty siap diamputasi.
"Kami minta izin amputasi, secepatnya dia membaik kita operasi. Saat Ibunya (Betty) masih sadar tak mau amputasi. Baru satu jam ACC amputasi," jelasnya.
Sementara itu, kondisi pasien lainnya masih berjuang keras melewati masa kritis. Korban tersebut mengalami luka bakar hingga 70 persen.
"Pasien Mrs X luka bakar 70 persen. Ia mengalami trauma uap panas yang dihirup. Sempat alami sesak dan tak sadar. Kami sudah inkubasi," ujar dia.
Kondisi Mrs X, lanjut Bismedi, masih berat dan kini sedang menjalani perawatan di ICU. Dia mengalami luka bakar disekujur tubuh. "Luka bakar di dada dan perut," tegasnya.
Mrs X yang kedua, diduga salah seorang korban kritis lainnya bernama Natali (23). Sebab, hanya ada dua korban yang di data pihak rumah sakit, yakni Betty Ariyani (56) dan Natali (23). (rep05)