Rupiah terpuruk, hobi jalan-jalan orang Indonesia jalan terus

Sabtu, 30 November 2013 | 09:50:00 WIB
Nilai tukar Rupiah yang terus tergerus dari dolar Amerika Serikat, membuat gusar para pelaku industri. Termasuk agen-agen perjalanan. AirAsiaGo Indonesia salah satu agen perjalanan yang khawatir dengan depresiasi Rupiah terhadap dolar AS.
 
Head of Marketing AirAsiaGo Indonesia Stanly Fredrik Napoleon Mangindaan mengungkapkan, tarif hotel yang berafiliasi dengan AirAsiaGo Indonesia, dikonversi dalam mata uang USD. Dengan depresiasi Rupiah, otomatis harga hotel akan lebih mahal dari sebelumnya.
 
"Otomatis akan pengaruh karena semua harga hotel kita akan diconvert secara USD, booking-an hotel secara USD, jadi kita juga akan secara otomatis akan ikut fluktuatif kursnya rupiah itu," jelas Stanley di Jakarta, Jumat (29/11).
 
Pihaknya tidak bisa begitu saja mengubah harga yang telah tercantum. Setidaknya, harga yang sudah tercantum akan bertahan selama satu bulan.
 
"Cuma, kalau di sistem kita tidak boleh ganti seenaknya, kita lock (kunci harga) sebulan, bulan ini kita masih lock dengan kurs Rp 9.000-10.000 per USD, masih untung buat pelanggan, bulan depan bisa naik lagi," ungkap Stanley.
 
Stanley menambahkan, terpuruknya Rupiah atas USD tidak berpengaruh sama sekali pada pendapatan perusahaan. Meski dolar naik, hobi masyarakat Indonesia berwisata dan jalan-jalan membuat pendapatan perusahaan tetap tinggi.
 
"Tidak pengaruh ke income perusahaan, karena yang travel makin banyak. Lucunya orang Indonesia itu kursnya makin tinggi tapi jalan-jalannya makin banyak," imbuh Stanley.
 
Stanley juga menegaskan tidak akan melakukan revisi target apapun menjelang akhir tahun. "Tetap dengan target awal, karena kita percaya dekat akhir tahun pembelian makin meningkat. Tren orang traveling itu biasanya last minute apalagi orang Indonesia. Dia akan stress kalau dia gak dapet liburan. Jadi kalau sudah mepet dengan natal atau tahun baru, dia pasti beli, semahal apapun dia pasti beli," tutup Stanley. (rep10)
 

Terkini