Pemerintah harus Kurangi Belanja Infrastruktur

Sabtu, 26 Oktober 2013 | 02:32:00 WIB
Jakarta - Kementerian Keuangan mengungkapkan belanja infrastruktur mengalami kenaikan sebesar 5%. Belanja infrastruktur pada 2014 sebesar Rp190 triliun sedangkan pada 2013 hanya Rp180 triliun.
 
Kenaikan hanya 5% ini menurut Menteri Keuangan, Muhamad Chatib Basri lantaran pemerintah sedang konsentrasi untuk memperbaiki cureent account defisit atau defisit transaksi berjalan.
 
"Sebetulnya mesti dilihatnya begini, kita memang di dalam total belanjanya naiknya cuma 5%. Jadi kenapa kita naiknya cuma 5% karena ke depan signal yang mau dikasih fiscal tightening. Kenapa fiscal tightening karena ada isu di dalam upaya perbaikan current account defisit," ujar Chatib saat di DPR, Jumat (25/10/2013).
 
Chatib menyebutkan fokus pengurangan defisit transaksi berjalan dengan pendekatan makro. Secara makro dikaloborasi antara pemerintah dengan Bank Indonesia. Pemerintah dengan pengetatan fiskal dan BI dengan moneternya.
 
"Untuk mengatasi current account defisit kebijakan makronya dua, satu, kebijakan moneter yang ketat itu sesuatu yang diluar kontrol saya. Satu lagi kebijakan fiskal yang ketat," jelas Chatib.
 
Oleh karena itu, Chatib menyebutkan defisit anggaran pada 2014 diturunkan dari 2,4% menjadi 1.69%. Jadi ini signal kepada pasar bahwa pemerintah dan BI serius mengaddress isu current account.
 
"Itu yang saya sebut sebagai periode stabilisasi, tapi kalau kita lihat dari sana tetap bahwa anggaran infrastrukturnya tetap naik. Bahkan dari fiscal space-nya porsi infrastruktur besar termasuk juga porsi dari misalnya transportasi publik," jelas Chatib. dilansir inilah.com. (rep10)
 

Terkini