Kemnakertrans Bangun 5 Islamic Center Transmigrasi

Rabu, 09 Oktober 2013 | 11:13:00 WIB


Jakarta - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah membangun lima rintisan Islamic Center di kawasan transmigrasi, yakni di Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Telang, KTM Mesuji, KTM Rambutan, KTM Kubu Raya, dan KTM Belitang.

Pembangunan Islamic Center ini merupakan bagian dari penyediaan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) yang telah dibangun di 44 KTM yang tersebar diseluruh Indonesia

Menakertrans Muhaimin Iskandar, seperti terungkap dalam siaran pers Pusat Humas Kemnakertrans, berharap rintisan lembaga Islamic Center di kawasan transmigrasi dapat berperan dan berfungsi secara optimal untuk mendukung pengembangan masyarakat di kawasan transmigrasi.

"Fasilitas ini diharapkan dapat berfungsi sebagai pusat pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas mental spiritual bagi masyarakat secara keseluruhan," kata Muhaimin saat meresmikan rintisan Islamic Center Baitut Ta'awun di KTM Telang, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (8/10).

Saat ini Islamic Center Baitut Ta'awun di KTM Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumsel telah menyelenggarakan kegiatan pemondokan pesantren sekitar 100 santri berasal dari anak transmigran. "Dengan melihat secara langsung aktivitas di Islamic Center Baitut Ta’awun KTM Telang, saya merasa sangat bangga dan berbahagia. Mudah-mudahan pengembangan fasilitas ini sebagai cikal bakal Islamic Center dapat segera diwujudkan," katanya.

Untuk itu, Muhaimin sangat berharap peran pengurus Islamic Center lebih aktif dalam menggalang jejaring dengan berbagai lembaga terkait, juga partisipasi masyarakat guna mendukung pengembangan cikal bakal Islamic Center ini lebih lanjut.

Muhaimin menambahkan, keberadaan Islamic Center di suatu daerah tidak akan optimal apabila tidak dilengkapi beragam pembentukan kelembagaan sosial yang dapat memberdayakan dan bermanfaat bagi masyarakat di daerah itu.

Berbagai program yang dijalankan untuk mengembangkan sebuah Islamic Center harus memperhatikan sejumlah hal, seperti kearifan lokal yang terdapat di daerah tersebut. Para pengelolanya harus memperhatikan dengan sungguh-sungguh tenaga SDM, terutama dalam hal jumlah dan komitmen untuk mengembangkan pusat pengembangan Islam tersebut.

Muhaimin mengingatkan, pengelola Islamic Center KTM Telang yang terdiri dari Da’i Pengasuh, Pengurus Islamic Center dan Tokoh Masyarakat diharapkan mampu berperan sebagai ”Fasilitator, dinamisator, dan sekaligus stabilisator”.

"Kepada para santri yang sedang mengikuti pendidikan di kawasan ini, saya berharap dapat belajar dengan sungguh-sungguh, dan memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia guna meningkatkan pengetahuan, wawasan dan keterampilan, " kata Muhaimin.

Menurut Muhaimin, saat ini Kemnakertrans sedang membangun dan mengembangkan Kawasan Terpadu Mandiri di 44 kawasan transmigrasi, salah satu di antaranya adalah kawasan transmigrasi KTM Telang.

Kawasan Terpadu Mandiri di kawasan transmigrasi adalah kawasan transmigrasi yang pembangunan dan pengembangannya dirancang menjadi pusat pertumbuhan yang mempunyai fungsi perkotaan melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. "KTM Telang merupakan salah satu KTM yang sudah mulai berkembang dilengkapi dengan sarana dan prasarana usaha ekonomi kawasan," kata Muhaimin. dilansir inilah.com. (rep10)
 

Terkini