Petani Bukit Krikil Kembangkan Inovasi Gula Merah Sawit

Jumat, 04 Oktober 2013 | 01:38:00 WIB

BUKIT BATU - Petani Desa Bukit Krikil, Kecamatan Bukit Batu belakangan mulai mengembangkan inovasi gula merah berbahan baku kelapa sawit yang sudah tidak produktif. Kreatifitas petani ini mendapat sambutan positif masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis karena hasilnya sangat berdampak baik untuk pertumbuhan ekonomi yang ramah lingkungan.

Mengenai rasa gula merah kelapa sawit ini, tak jauh berbeda dengan gula merah dari enau yang sangat manis. Sayang, gula merah sawit ini masih diproduksi secara rumahan oleh petani lokal dengan menggunakan peralatan tradisional.

Camat Bukit Batu, M Fadlul Wajdi yang turun ke lokasi pembuatan gula merah sawit itu, Kamis (3/10) berjanji akan terus membantu  petani dalam mengembangkan usahanya.

Dikatakannya, hasil gula merah itu diproduksi oelh petani hingga mencapai 400 kilogram per bulannya. "Hasil itu dikerjakan hanya dengan peralatan seadanya seperti kayu sendok, kuali dan dimasak menggunakan kayu bakar. Ini yang menjadi perhatian kita untuk membantu petani mengembangkan usahanya," sebut Camat. seperti dilansir hallo riau.com

"Ini merupakan kreatifitas petani dalam meningkatkan taraf perekonomian mereka. Bahkan, per bulannya satu petani bisa menghasilkan 400 kilogram gula merah. Padahal sawit yang disadap untuk diambil niranya berasal dari manggar kelapa sawit yang sudah tidak produktif lagi," bebernya.

Di pasaran, jelasnya, petani menjual gula merah sawit tersebut dengan harga Rp16 ribu per kilogramnya. "Bayangkan, jika per kilogramnya Rp16 ribu dan dikalikan 400 kilogram, maka industri rumahan itu mampu menghasilkan sebanyak Rp6.400.000. Jika diperbesar lagi industri rumahan itu, tentu menjadi usaha yang sangat menjanjikan," paparnya.

Menurutnya, hal itu menjadi perhatian pemerintah dalam mensejahterahkan perekonomian masyarakat. Sehingga jika perekonomian masyarakat meninggkat, kesejahteraan masyarakat tentunya akan meningkat juga. Karena biasanya batang buah kelapa sawit tersebut dibuang dan tidak digunakan. Dengan adanya kretifitas ini, barang yang tidak lagi digunakan bisa menghasilkan uang.

"Rasanya sangat enak. Tidak berbau dan sangat ramah lingkungan. Karena dalam pembuatannya sangat alami, tanpa adanya campuran bahan-bahan kimia didalamnya. Sehingga gula itu sangat aman jika dikonsumsi oleh masyarakat. Hal itu akan menjadi perhatian kita untuk lebih bisa dikembangkan, agar kesejahteraan masyarakat pun bisa meningkat," katanya. (rep10)

Terkini