Kerjasama Monorel dengan RRT Ditandatangani

Kamis, 03 Oktober 2013 | 11:59:00 WIB


Jakarta - Pemerintah Indonesia melakukan penanda tanganan kerjasama dengan Republik Rakyat Tiongkok. Penandatangan itu disaksikan langsung oleh Presiden SBY dengan Presiden YM Xi Jinping.

Dalam sambutannya, SBY mengatakan pada 2012, saat melakukan kunjungan ke Tiongkok, para pelaku usaha kedua negara telah melakukan penandatanganan 15 buah nota kesepahaman. Total nilai investasi mencapai USD 17.6 miliar.

"Hari ini saya beserta Yang Mulia Bapak Presiden Xi Jinping kembali menyaksikan penandatangan beberapa perjanjian kerjasama bisnis dan investasi, yang tadi disebutkan oleh Menteri Perindustrian Indonesia, Hidayat, bernilai USD 28,2 miliar," jelas Presiden SBY dalam sambutannya, di hotel Shangri-La Jakarta, Kamis (3/10/2013).

SBY mengaku gembira dengan penandatanganan ini. Dia berharap, segera bisa direalisasikan.

"Saya berharap, berbagai perjanjian kerjasama bisnis dan investasi tadi dapat segera direalisasikan secara nyata dan berkelanjutan. Saya yakin Yang Mulia bersepakat dengan saya bahwa saatnya untuk bekerja dan berbuat secara nyata," kata SBY. seperti dilansir inilah.com.

Kerjasama Indonesia dengan RRT ini sebelumnya adalah kemitraan strategis atau strategic partnership. Tetapi, pada 2 Oktober 2013, tepat saat Xi Jinpin ke Istana Merdeka, kerjasama dinaikkan statusnya menjadi kemitraan strategis yang komprehensif atau comprehensive strategic partnership.

Adapun nama-nama perusahaan yang menandatanganan nota kesepahaman bersama, adalah:

1. PT Oki Pulp and Papermills dgn China Development Bank.

2. PT Jaya Bumindo Karunia dgn China Development Bank dan China Harbor Engineriing Company Ltd

3. PT Bintang Delapan Investama dgn China Development Bank, Shanghai Descent Investment dan China ASEAN Investment.

4. PT Jakarta Monorail dgn China Communications Construction Company Ltd.

5. PT Indika Ernegy Tbk dgn China Railway Group Ltd.

6. PT Garuda Indonesia dgn ICBC Financial Leasing Company.

7. PT SBIC Papua Cement Indonesia dgn Bank of China.

8. PT Cita Mineral Investindo Tbk dgn China Hongkiau Group Ltd dan Wenning Investment Company Ltd.

9. PT Sarana Infrastruktur Indonesia dgn China Machinery Import and Export Corporation.

10. PT Jasa Sarana dan PT Bumi Makmur Selaras dgn Hengking Industrial Company Ltd dan Geological Port No 3 of Yunan. (rep10)
 

Terkini