BENGKALIS – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bengkalis, dr H Fidel Fuadi Dt Majo Basa sangat menyayangkan dan merasa malu terhadap ulah AT (41), seorang dokter gigi yang bertugas di Puskesmas Selat Baru, Kecamatan Bantan yang diringkus tim Sat Narkoba Polres Bengkalis bersama dua rekannya beberapa waktu saat pesta narkoba di tempat prakteknya. Harusnya, tegas Fidel, seorang dokter menjadi tauladan bagi masyarakat.
“Kita sangat menyayangkan terhadap kejadian ini, seharusnya sebagai seorang yang berprofesi sebagai dokter, baik itu dokter umum, gigi, spesiais dan lainnya mengetahui persis bahaya dan sangsi terhadap memakai narkotika jenis sabu tersebut,” ujar Fidel, Minggu (29/9).
Selain itu sebagai seorang dokter harus menjadi tauladan dan cermin kepada setiap orang, bukan malah sebaliknya ikut serta memakai, apalagi dilakukan ditempat prakteknya dan hal ini sangat mencoreng profesi sebagai seorang dokter. “Kejadian seperti ini sudah kedua kalinya, sebelumnya juga terjadi di Mandau, untuk itu hal ini perlu menjadi cambuk dan pelajaran bagi yang lainnya,” katan Fidel Fuadi yang juga merupakan anggota Komisi IV DPRD Bengkalis.
Ketika disinggung terkait dicabutnya izin praktek AT yang berada di Jalan Wonosari Kecamatan Bengkalis tersebut, Dr H Fidel Fuadi Dt Majo Basa tidak mau berkomentar, karena untuk hal tersebut ada lembaga lain nantinya yang bisa menentukan dan bukan dari IDI.
“Mengenai hal tersebut saya tidak bisa memberikan jawaban dan tidak ada kewajiban dari IDI sendiri untuk mecabut dari izin praktek AT, karena ada lembaga lain yang nanti menentukannya,” sebutnya. (Rep05)