Pekanbaru-Kepala BKD Rokan Hilir, Roy Azlan, mengakui calo-calo telah berkeliaran mendekati para pelamar CPNS. Semua pelamar berpotensi menjadi korban penipuan bila tidak waspada.
"Setiap pembukaan penerimaan CPNS, calo pasti berkeliaran. Mereka menghantui setiap pelamar yang bisa ditipu. Warga harus mewaspadainya. Jangan percaya dengan janji-janji para calo ini," papar Roy di Bagansiapiapi, akhir pekan lalu.
Menurut Roy, oknum itu bisa saja menggunakan nama-nama penjabat di lingkup Pemkab Inhil. Atau, oknum itu juga mengaku sebagai PNS yang bekerja BKD Rohil dan menjadi panitia seleksi CPNS yang bisa meloloskan peserta seleksi CPNS.
"Kepada para korbannya, mereka ini menjanjikan bisa meloloskan pelamar CPNS asalkan diberikan uang dalam jumlah besar sebagai dana pelicin yang akan dikirim kepada BKD atau pejabat yang mereka sebut-sebut," beber Roy.
Roy menegaskan, PNS di lingkungan BKD Rohil sudah diingatkan agar menjanjikan apa pun kepada para pelamar CPNS. Karena itu, Roy meminta, pelamar yang dijanjikan oknum PNS di BKD bisa diloloskan melaporkan kepada dirinya. "Saya akan beri sanksi tegas. Karena BKD tidak memberikan jasa calo dalam bentuk apa pun," tegas Roy seperti dilansir metroriau.
Roy memastikan penerimaan CPNS tahun ini sangat ketat karena pengawasannya melibatkan konsorsium dari sembilan lembaga pemerintah dan non pemerintah, antara lain Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ICW, perguruan tinggi dan LSM lainnya. Selain itu, proses seleksinya juga dilakukan terpusat di Badan Kepagawaian Nasional (BKN). "Jadi sulit bisa bermain. Hanya orang terpilih yang bisa lulus," katanya.
Sebelumnya, Menteri PAN-RB Azwar Abubakar juga mengakui penerimaan CPNS tahun ini masih dihantui praktik-praktik percaloan. Dia menyebut hantu karena sangat sulit dibuktikan. Meskipun begitu kabar adanya praktik percaloan santer di seluruh instansi, khususnya di pemda.
Azwar mengatakan pihaknya tidak bermain-main dalam memperbaiki sistem rekrutmen CPNS baru ini. Bahkan, dia siap membayar denda Rp1 miliar jika terbukti terlibat dalam praktik percaloan. “Tapi calonya jangan diada-adakan supaya saya bayar denda. Ini khusus jika jika saya terbukti ikut praktek percaloan,” katanya.
Menurut sejumlah pihak, dalam tes CPNS tahun lalu ada keluarga inti Azwar yang gagal. Padahal nilai ujiannya kurang sedikit sekali untuk bisa menembus kelulusan. Tetapi untuk menjaga sportivitas dan integritas, dia tetap menerima hasil tersebut.
Azwar menuturkan dirinya sudah menggunakan sejumlah obat untuk menekan praktik percaloan. “Tetapi jika masih saja ada calo, masyarakatnya yang tidak mengikuti obat-obat dari kami (Kemen PAN-RB, red),” kata dia.
Obat menghapus sistem percaloan adalah mereka menyebar sebanyak-banyaknya informasi teknis pelaksanaan ujian. Dengan sosialisasi ini, dia berharap pelamar memenuhi aturan alur pendaftaran yang resmi. Biasanya praktik percaloan ini muncul karena masyarakat tidak tahu sistem atau alur pendaftaran tes CPNS baru.
Sosialisasi tes CPNS dengan jujur dan tidak lewat calo juga dibantu oleh sejumlah LSM asing. Mereka sudah meminta izin Azwar untuk membuat iklan layanan masyarakat untuk menghindari praktek percaloan dalam tes CPNS baru. Dalam waktu dekat, iklan layanan masyarakat ini ditayangkan di sejumlah televisi nasional.
Sementara itu dia mengatakan tetap menerapkan hukuman yang berat terhadap oknum PNS yang terlibat percaloan. “Hukumannya langsung pecat,” kata Azwar.
Beberapa tahun lalu tes CPNS baru sempat diramaikan dengan adanya oknum Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang secara sah dan terbukti menjadi calo. Melalui sidang Badan Pertimbangan Kepegawaian (Bapek) PNS tersebut diganjar hukuman pemecatan. (Rep05)