Tersetrum Listrik, Mayat Pria Terkapar di Semak-semak

Sabtu, 28 September 2013 | 03:34:00 WIB

PELALAWAN - Masyarakat jalan Lingkar kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan, sontak menjadi gempar dan heboh. Pasalnya, sesosok mayat pria yang diketahui bernama Markus Gultom (35) pada Jum'at kemarin (27/9/2013) sekitar pukul 10.30 WIB, ditemukan tewas terbujur kaku di Jalan Lingkar tepatnya di depan mess Pemda kecamatan Pangkalan Kerinci (10 meter dari pinggir jalan lingkar,red).

Penemuan mayat yang diketahui memiliki profesi sebagai pencari kara-kara atau asongan itu, diduga tewas akibat sengatan arus listrik. Penemuan mayat tersebut pertama kali diketahui oleh RR Siregar (25) yang merupakan warga jalan Lingkar saat tengah mencari kayu di dalam semak belukar, tepatnya di depan mess Pemda kecamatan Pangkalan Kerinci atau 10 meter dari pinggir jalan lingkar, Jumat (27/9/2013) kemarin sekitar pukul 10.30 wib.

"Ya, Jumat (27/9/2013) pagi sekitar pukul 10.30 wib, saya ingin mencari kayu ranting buat kayu masak di dalam semak-semak belukar tersebut. Tapi, baru mendapat dua potong ranting kayu, saya melihat seorang pemuda terbaring di dalam semak belukar dekat samping parit dengan sebuah tongkat yang dialiri arus listrik yang berada di samping korban. Saya pikir korban pingsan, tapi setelah saya panggil, ternyata korban tidak menyahut. Ya, karena takut, saya langsung berteriak minta tolong kepada warga lainnya. Warga pun berhamburan datang serta langsung menghubungi pihak kepolisian," terang RR, Jumat (27/9/2013) kemarin.

Kasat Reskrim AKP Bimo Ariyanto polres Pelalawan AKBP Aloysius Supriadi saat dikonfirmasi, Jumat (27/9/2013) didampingi Kanit Idik I Iptu Boy Marudutua membenarkan adanya penemuan sesosok mayat seorang lelaki yang ditemukan tewas di dalam semak belukar dijalan Lingkar tepatnya dimess Pemda kecamatan Pangkalan Kerinci.

"Setelah kita melakukan penyelidikan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekeran pada tubuh korban. Dan setelah mendapat keterangan dari polisi, pihak keluarga korban meminta jenazah korban untuk tidak dilakukan visum tapi diserahkan kepada mereka untuk segera dikebumikan. Dan jenazah sudah kita serahkan pada keluarga korban," bebernya.

Diungkapkan Kasat Reskrim, bahwa berdasarkan hasil penyelidikan di lapangan, bahwa kejadian naas tersebut bermula saat korban pada Jumat (27/9) sekitar pukul 09.30 WIB, berencana hendak menangkap ikan dengan cara menyetrum. Kemudian, korban mengambil kabel gulungan sepanjang 40 meter yang disambungkan langsung ke colokan listrik PLN di rumahnya.

"Dengan menggunakan sebuah tongkat yang ujungnya disambung besi untuk menyambung listrik, korban pun berangkat mencari ikan di parit sekitar jalan lingkar yang berjarak 25 meter dari rumah korban," ujar Bimo.

Namun, sambung Kasat Rekrim, saat berada di jalan lingkar tepatnya di depan mess Pemda kecamatan Pangkalan Kerinci, korban kemudian memasuki semak belukar yang jaraknya sekitar 10 meter dari pinggir jalan lingkar. Saat memasuki semak belukar tersebut, diduga tongkat yang dipergunakan korban untuk menyetrum ikan dengan dialiri listrik, tersangkut di sebuah kayu.

"Korban pun berusaha menarik ujung tongkat tersebut. Namun, ujung tongkat tersebut diduga memantul dan langsung menyentuh leher korban yang mengakibatkan korban terkena sentrum aliran listrik. Alhasil, arus listrik dengan kekuatan 1.200 watt yang berasal dari rumah korban menyebabkan korban meninggal dunia ditempat. Dan saat ini, barang bukti berupa kabel gulungan listrik dengan panjang sekitar 40 meter, sebuah tongkat kayu sepanjang 2 meter yang ujungnya diberi besi untuk menyambung listrik, telah berhasil kita amankan di Mapolres Pelalawan," tutupnya. (cr01/hrc)

Terkini