Perajin Tahu Tempe Rugi Rp700.000 Per Hari

Selasa, 10 September 2013 | 01:47:00 WIB

JAKARTA - Akibat harga kedelai selangit, seorang perajin tahu-tempe harus menelan kerugian ratusan ribu rupiah per hari. Bahkan, hal ini juga berdampak pada sektor peternakan hingga pemanfaatan energi dari biogas.

Mukrom, misalnya, perajin tahu di Gang Tempe Sungai Bambu Jakarta Utara ini mengaku kehilangan pendapatan per harinya mencapai Rp 700.000.

"Saya kehilangan pendapatan Rp 700.000 per hari karena mogok produksi ini," ungkap Mukrom saat ditemui detikfinance di Gang Tempe Sungai Bambu Jakarta Utara, Senin (9/9).

Padahal, ia dan 3 pegawai lainnya rutin setiap hari mengolah 50 kg kedelai untuk dijadikan tahu. Dari 50 kg itu, ia bisa menghasilkan 35 papan tahu dengan nilai pendapatan Rp 550.000.

Menurut Mukrom saat ini ia membeli kedelai impor seharga Rp 10.000 kg. Harga tersebut jauh lebih mahal bila dibandingkan harga normal kedelai impor yang hanya Rp 7.500/kg.

"Biasanya saya mengolah 50 kg kedelai untuk bisa menghasilkan 35 papan. Harga kedelai saat ini itu Rp 10.000/kg di tingkat perajin atau biasa saya beli Rp 1 juta/kwintal," katanya.

Dengan adanya mogok produksi selama 3 hari, ia mengaku pasrah menderita kerugian. Padahal di satu sisi, ia harus membiayai gaji 3 orang pegawai dan keluarganya.

"Pasrah aja, karena aksi mogok kali ini sudah dikoordinasikan oleh Gakoptindo. Pegawai saya 3 orang juga menganggur namun tetap digaji perbulan itu Rp 1,5 juta/pegawai. Belum lagi anak dan istri saya," keluhnya. (rep05)

Terkini