PEKANBARU - Kebutuhan persediaan (stok) daging di Provinsi Riau diakui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Riau aman dan cukup. Meskipun pada 2013 ini, Riau tidak mendapatkan kuota daging dari pusat.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Peternakan Riau, Drs Zailani Arif Syah, akhir pekan kemarin, usai rapat koordinasi bersama Kepaa Bidang di ruang kerjanya di Jalan Pattimura, Pekanbaru. Dikatakannya, meskipun Riau tidak mendapatkan jatah kuota daging dari pusat pada 2013, namun persediaan daging di Riau masih mencukupi.
"Ya, tahun ini Riau tidak mendapatkan kuota daging impor dari pusat, namun persediaan daging di Riau mencukupi menjelang lebaran," jelasnya.
Dijelaskan Zailani, bahwa persediaan daging sapi potong tersebar di beberapa kabupaten di Riau. Jumlah tersebut masih mencukupi dengan kuota dan penyebaran sapi secara menyeluruh. Hal ini juga dibantu pengadaan sapi bali di sejumlah daerah pada tahundi Riau ini.
"Riau sudah melakukan penambahan sapi potong dengan jumlah yang besar. Namun yang terpenting adalah pengawasan distribusi daging dari berbagai penyakit," jelasnya.
Dijelaskan Zailani, daging sebagai bahan makanan penting juga mengandung kebutuhan gizi. Selain itu daging memiliki mutu protein tinggi, daging terdapat kandungan asam amino essensial yang lengkap dan seimbang. Departemen Pertanian pernah mencatat rata-rata jumlah konsumsi daging segar oleh penduduk Indonesia hanya sekitar 0.53 kg per tahun per kapita," sebutnya.
Jumlah konsumsi ini sangat rendah, tambahnya, jika dibanding standar konsumsi daging yang dicanangkan Food and Agriculture Organization (FAO) tahun 2008, yakni 33 kg per tahun per kapita.
"Rendahnya konsumsi daging, disebabkan oleh harga daging yang relatif mahal sedangkan pendapatan penduduk rumahtangga relatif rendah," jelasnya.
Ditambahkannya, kondisi tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi pengeluaran konsumsi daging oleh rumahtangga. Untuk itu, kajian tentang perilaku konsumsi rumah tangga dibutuhkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui konsumsi daging. (rep05)