CHINA - Sedikitnya 47 orang tewas dalam gempa bumi 5,9 skala Richter yang mengguncang wilayah barat China pagi ini. Upaya evakuasi korban oleh ratusan petugas juga dipersulit oleh hujan deras.
Diberitakan VIVAnews.com, selain puluhan tewas, 296 orang dilaporkan terluka pada gempa di provinsi Gansu itu. Korban dikhawatirkan terus merangkak naik seiring masih berjalannya proses evakuasi.
Gempa terjadi pada pukul 7.45 pagi tadi. Pusat gempa terjadi di kota Dingxi, provinsi Gansu di kedalaman 9,8 kilometer. Guncangan gempa meruntuhkan genteng dan bangunan, memutus jalur telekomunikasi dan transportasi.
Delapan kota di wilayah pegunungan jadi yang terparah terdampak gempa dangkal ini, ditambah dengan banjir dan longsor. Lebih dari 300 polisi dan 64 alat berat diturunkan untuk memperbaiki jalan tol No. 212. Upaya penyelamatan korban terganggu hujan lebat yang kerap terjadi dalam beberapa minggu terakhir.
Getaran masih bisa dirasakan pasca gempa. Warga ramai mengisahkan pengalaman mereka merasakan gempa di situs serupa Twitter, Weibo.
"Pagi ini, saya sedang menggosok gigi saat semuanya bergetar sejenak. Saya kira saya kurang tidur dan pusing. Ternyata itu gempa. Ditambah hujan deras di luar, kita benar-benar tidak tahu berapa lama lagi planet ini membiarkan kita hidup," kata seorang pengguna Weibo, @wyyy.
Pengguna Weibo lainnya, @dengdjianjyany, mengatakan: "Gempa Gansu. Banyak bencana yang terjadi dalam waktu singkat. Banjir, longsor, gempa, dan lainnya. Jika belum selesai, ya Tuhan, adakah tempat yang aman?"
Gempa seringkali terjadi di negara ini. Pusat gempa kali ini terletak sekitar 800 kilometer utara Lushan, provinsi Sichuan, tempat terjadinya gempa 7.0 SR pada 20 April lalu yang menewaskan 198 orang.
Gempa terparah di China terjadi di Sichuan pada tahun 2008. Gempa 8,9 SR itu menewaskan 90.000 orang.(rep2)