Pendaftaran Petugas Haji 2027 Dibuka: Ini Syarat dan Informasi Lengkapnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:50:14 WIB
Ilustrasi.

Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI membuka seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter dan PPIH Arab Saudi 1448 H/2027 M. Pendaftaran bisa dilakukan mulai 25 Agustus 2026 pukul 13.00 WIB.

Berdasarkan keterangan Kemenhaj, formasi petugas haji kloter yang dibuka adalah pelaksana bimbingan ibadah kloter. Sementara petugas haji Arab Saudi meliputi pelayanan akomodasi, konsumsi, transportasi, bimbingan ibadah, Media Center Haji, serta layanan jemaah lansia dan disabilitas.

Untuk menjadi petugas haji, calon peserta harus WNI beragama Islam, sehat jasmani dan rohani, memiliki integritas dan rekam jejak baik, serta tidak sedang menjalani proses hukum pidana. Peserta juga wajib memiliki identitas kependudukan yang sah, kepesertaan aktif BPJS Kesehatan, serta kemampuan mengoperasikan perangkat komputer atau HP.

Untuk formasi tertentu terdapat persyaratan khusus, termasuk batas usia, pengalaman atau sertifikat pembimbing ibadah, sertifikat kompetensi wartawan bagi peserta Media Center Haji, serta pengalaman menangani lansia dan penyandang disabilitas.

Ada beberapa tahapan dalam seleksi petugas haji 2027. Antara lain verifikasi dokumen, Computer Assisted Test (CAT), Medical Check Up (MCU), hingga pengumuman peserta yang mengikuti pendidikan dan pelatihan. Pendaftaran petugas haji akan ditutup pada 31 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB, sementara CAT dijadwalkan 5 September 2026.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo mengatakan seleksi petugas haji 2027 dilakukan transparan dan akuntabel untuk menjaring petugas yang profesional, kompeten, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan jemaah.

"Petugas haji bukan sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi menjadi wajah pelayanan negara kepada jemaah. Karena itu, integritas, kompetensi, dan komitmen melayani menjadi hal utama dalam seleksi ini," ujar Puji di Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Puji menegaskan seluruh proses seleksi tidak dipungut biaya apa pun alias gratis. Dia juga minta peserta tidak percaya pada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan.

"Tidak ada biaya dalam proses seleksi ini. Jangan percaya kepada siapa pun yang menjanjikan kelulusan. Seleksi harus berjalan bersih, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan," tegasnya.*

Terkini